Sains

Inilah 16 Spesies Keong Darat yang Ditemukan LIPI dari Berbagai Daerah di Jawa

Saat ini, keong Landouria tengah menghadapi ancaman berupa perubahan dan hilangnya habitat alamiahnya di Pulau Jawa.

Inilah 16 Spesies Keong Darat yang Ditemukan LIPI dari Berbagai Daerah di Jawa
via Kompas.com
Landouria menorahensis, salah satu spesies baru keong darat yang ditemukan di Pulau Jawa 

TRIBUNJOGJA.COM – Spesies baru di nusantara kembali ditemukan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Kali ini, terdapat 16 spesies keong darat baru yang berhasil ditemukan, seluruhnya berasal dari Pulau Jawa.

Penemuan ini dilakukan berdasarkan investigasi terhadap koleksi spesimen keong dari genus Landouria yang tersimpan di berbagai museum dunia, seperti Natural History Museum of London, Naturalis Biodiversity Center, Senckenberg Museum of Frankfurt, Zoological Museum of the University of Hamburg, dan Museum Zoologicum Bogoriense.

Berdasarkan investigasi tersebut, Peneliti Pusat Penelitian Biologi LIPI, Ayu Savitri Nurinsiyah bekerja sama dengan Marco Neiber dan Bernhard Hausdorf dari Centrum fur Naturkunde, Universitat Hamburg, Jerman, melakukan revisi taksonomi terhadap beberapa spesies keong darat.

Seekor Paus di Filipina Mati setelah Menelan 40 Kg Sampah Plastik

"Dalam melakukan revisi sistematika, penelitian ini menerapkan pendekatan integratif yang menggabungkan pemeriksaan morfologi cangkang, karakter genitalia, dan DNA," tutur Ayu, seperti dilansir dari siaran pers yang diterima Kompas.com, Jumat (31/5/2019).

Ayu menambahkan bahwa berdasarkan hasil penelitian, keong darat dari genus Landouria ini memiliki keanekaragaman tinggi di Pulau Jawa.

"Dari enam spesies Landouria yang diungkap oleh van Benthem Jutting dan satu spesies oleh Bunjamin Dharma, kami mendeskripsi kembali 28 spesies di Jawa, 16 di antaranya adalah spesies baru dalam ilmu pengetahuan," terangnya.

Penemuan spesies baru ini semakin memperkaya keanekaragaman hayati yang dimiliki Indonesia.

Spesies tersebut di antaranya adalah Landouria parahyangensis yang dinamakan berdasarkan area sebaran spesies tersebut, yakni di tanah Sunda (Parahyangan).

Sementara Landouria petrukensis diberi nama berdasarkan habitatnya di Gua Petruk, Kebumen.

Halaman
12
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved