Sleman

14 Dusun Peserta Lomba Takbir Rebutkan Piala Bupati Sleman

Berbagai maskot pun nampak terpakir rapi, ada maskot kapal yang dihiasi gemerlap lampu, ada pula replika bedug raksasa.

Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Christi Mahatma
Lomba takbir keliling di Masjid Agung Sleman memperbutkan piala Bupati, Selasa (4/6/2019) 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Halaman Masjid Agung Sleman mulai dipadati peserta lomba takbir.

Berbagai maskot pun nampak terpakir rapi, ada maskot kapal yang dihiasi gemerlap lampu, ada pula replika bedug raksasa.

Ketua Panitia Takbir, Sutrisno mengatakan ada sekitar 14 dusun di Kelurahan Tridadi yang mengikuti lomba tersebut. Seperti tahun-tahun sebelumnya, lomba takbir memperebutkan piala Bupati Sleman.

Pawai Takbir Dilarang Gunakan Kendaraan Bermotor

Melalui lomba yang bertajuk Ukuwah Islamiah, ia ingin agar umat Islam bersatu setelah menghadapi pesta demokrasi April lalu.

Selain itu, lomba takbir juga bertujuan untuk mengajak generasi muda mencintai masjid.

Menurutnya tidak mudah untuk mengajak anak muda mencintai masjid, apalagi dengan tantangan zaman yang semakin kompleks.

"Takbir keliling ini tujuannya ingin menyatukan umat se-Tridadi, setelah kemarin ada pesta demokrasi. Melalui lomba takbir ini juga ingin mengajak anak muda khususnya untuk mencintai masjid. Ini tantangan zaman, kalau salah asuh bisa malah terjerumus pada hal-hal yang negatif," katanya di Halaman Masjid Agung Sleman, Selasa (4/6/2019).

Jadwal dan Rute 3 Spot Festival Takbiran di Yogyakarta Malam Ini

Ia pun berharap melalui lomba takbir, warga Tridadi semakin guyub dan bisa bersatu.

Sementara itu, Bupati Sleman, Sri Purnomo dalam sambutannya mengungkapkan bahwa takbir keliling merupakan agenda tahunan yang positif.

Menurutnya melalui takbir keliling, warga di Kelurahan Tridadi dapat menyalurkan kreativitasnya masing-masing.

Ia juga mengimbau peserta lomba takbir keliling untuk tertib selama melakukan pawai.

Ia juga meminta peserta untuk membunyikan petasan dan kembang api.

"Ini agenda tahunan, dimana masing-masing bisa menyalurkan kreativitas. Dari lomba ini kita juga bisa melihat kalau semua rukun, mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, bahkan hingga yang sepuh-sepuh (orang tua). Kami mengimbau agaral peserta tidak membunyikan petasan atau kembang api. Apalagi sembarangan, banyak orang. Lebih banyak ruginya daripada manfaatnya," tutupnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved