Kulon Progo

Minat Masyarakat Kulon Progo Transmigrasi ke Sumatera Masih Tinggi

Pulau Sumatera masih menjadi tujuan favorit masyarakat Kulon Progo untuk bertransmigrasi.

Minat Masyarakat Kulon Progo Transmigrasi ke Sumatera Masih Tinggi
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kulonprogo 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Pulau Sumatera masih menjadi tujuan favorit masyarakat Kulon Progo untuk bertransmigrasi.

Sayangnya, kuota yang disediakan pemerintah pusat ke pulau tersebut tidak ada lagi sejak beberapa tahun terakhir.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kulon Progo, Eko Wisnu Wardhana mengatakan tingginya minat warga untuk transmigrasi ke Sumatera dimungkinkan karena aksesibilitas daratnya lebih mudah ketimbang pulau lain.

5 Inspirasi Gaya Lebaran Ala Yaseera yang Bakal Bikin Penampilanmu Tetap Kece

Hanya saja, saat ini tidak ada lagi kuota tersedia dari pemerintah pusat untuk tujuan transmigrasi ke pulau itu.

"Sebetulnya masih ada kuota namun di pulai tersendiri yakni Simeuleu di Pemukiman Trans Sigulai, Aceh. Ini pulau tersendiri namun masih wilayah Sumatera hanya saja memang belum ada peminatnya," kata Eko pada Tribunjogja.com, Kamis (30/5/2019).

Di sisi lain, untuk Kulon Progo, kuota transmigrasi regular yang disediakan pemerintah pusat memang cenderung menurun.

Pada 2016, kuotanya 51 kepala keluarga (KK), 2017 untuk 18 KK,dan 2018 untuk 17 KK.

Sedangkan pada 2019 ini hanya tersedia kuota 15 KK yang terbagi dalam empat lokasi tujuan.

Yakni Sigulai Kabupaten Simeuleu, Provinsi Aceh untuk 4 KK, Saluandeang Kabupaten Mamuju Tengah Propinsi Sulawesi Barat 4 KK, Watutinawu Kabupaten Konawe Propinsi Sulawesi Tenggara 4 KK, dan Lahai Raimuna Kabupaten Muna Provinsi Sulawesi Tenggara 3 KK.

Tokoh Masyarakat Kabupaten Kulon Progo Beri Apresiasi kepada TNI-Polri dalam Pengamanan Demo 22 Mei

Kepala Bidang Transmigrasi, Disnakertrans Kulon Progo, Heri Widada menyebut kuota yang ada di Kulon Progo hingga saat ini belum terpenuhi meski sebetulnya minat masyarakat cukup tinggi, terutama ke Sumatera.

Saat ini baru ada 12 KK calon transmigran dan masih tersisa 3 slot kuota yang belum ada peminatnya yakni untuk tujuan Konawe.

Kasi Penyediaan Transmigrasi, Totok Hermawan, saat ini masih ada anggapan masyarakat bahwa mereka harus mengeluarkan sejumlah biaya untuk ikut transmigrasi.

Padahal, menurut Totok, transmigrasi sifatnya gratis dan tidak dipungut biaya.

Warga justru akan diberi fasilitas rumah berikut lahan seluas 2 hektare.

Maka itu, pihaknya menilai sosialisasi kepada masyarakat perlu dioptimalkan lagi dengan dukungan PTP2P (Petugas Pelaksana Teknis Pengerahan dan Pemindahan Transmigrasi) dan Posyantrans (Pos Pelayanan Transmigrasi.(*)

Penulis: ing
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved