Nasional

Kader dan Alumni HMI Menggelar Talkshow Refleksi dan Rekonsiliasi Kebangsaan Pasca-Pemilu

Menurut Ruhaini, pemilu merupakan kontestasi sekaligus sebagai legitimasi kewenangan pengelolaan pemerintahan yang didikasikan untuk tiga hal.

Kader dan Alumni HMI Menggelar Talkshow Refleksi dan Rekonsiliasi Kebangsaan Pasca-Pemilu
Istimewa
Talkshow ini menghadirkan sejumlah tokoh Alumni HMI, yakni Dr Hj Siti Ruhaini Dzuhayatin (Staf Khusus Presiden RI Bidang Keagamaan Internasional, Tokoh Suluh Kebangsaan), Dr Zamzam Afandi, M.Si (Akademisi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta), Bagus Sarwono (Ketua Bawaslu DIY) dan Sahal Munir (Ketua Umum Badko HMI Jateng-DIY). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kader dan alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) menggelar Talkshow Kebangsaan bertajuk 'Refleksi dan Rekonsiliasi Kebangsaan Pasca Pemilu, Menguatkan Ukhuwah Keluarga Besar HMI' pada Kamis (30/05/2019) di Wisma PU.

Talkshow ini menghadirkan sejumlah tokoh Alumni HMI, yakni Dr Hj Siti Ruhaini Dzuhayatin (Staf Khusus Presiden RI Bidang Keagamaan Internasional, Tokoh Suluh Kebangsaan), Dr Zamzam Afandi, M.Si (Akademisi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta), Bagus Sarwono (Ketua Bawaslu DIY) dan Sahal Munir (Ketua Umum Badko HMI Jateng-DIY).

Ketua PP Muhammadiyah : Jangan Ada Penggerakan Massa Lagi

Moderator sekaligus salah satu penggagas acara, Jafaruddin mengatakan, kader dan alumni HMI memahami bahwa persoalan bangsa tidak hanya Politik, melainkan ada tantangan ke depan yang lebih berat diantaranya menghadapi era disrupsi atau revolusi industri 4.0,

“Perubahan yang begitu cepat sedang kita hadapi, bahkan kadang tidak kita sadari. Jika masih berkutat persoalan politik yang berpotensi memecah belah bangsa, niscaya kita akan tertinggal dengan bangsa lain," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Tribunjogja.com

Talkshow ini diharapkan dapat melahirkan gagasan visioner untuk bangsa Indonesia ke depan dalam menghadapi tantangan jaman dan memenangkan persaingan global.

Sementara itu, Staf Khusus Presiden RI Bidang Keagamaan Internasional Dr. Hj Siti Ruhaini Dzuhayatin menuturkan, pemilu adalah kontestasi politik yang perlu disikapi secara proporsional.

IKAL DIY Dorong Rekonsiliasi Paska Pemilu

Menurut Ruhaini, pemilu merupakan kontestasi sekaligus sebagai legitimasi kewenangan pengelolaan  pemerintahan yang didikasikan untuk tiga hal.

Pertama, menguatkan jati diri dan eksistensi kebangsaan sebagai komitmen konstitusional, termasuk perlindungan semua agama, budaya, etnis dan aspek sosial lainnya. 

Kedua, memastikan keamanan bagi seluruh wilayah negara.

Ketiga, memastikan distribusi kesejahteraan yang merata dan adil bagi seluruh komponen bangsa dalam negara yang menjemuk.

Menurutnya, tantangannya adalah bagaimana pemerintahan dapat menjamin keterjangkauan manfaat tersebut dalam perbedaan dan kemajemukan.

"Pemilu seharusnya digunakan sebagai kontestasi tentang kapasitas, kapabilitas dan strategi yang lebih efektif, efisien dan menguatkan jati diri bangsa," terangnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Noristera Pawestri
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved