Sleman

Sidak di Pasar Jangkang, BPOM DIY Kembali Temukan Makanan Mengandung Formalin dan Boraks

Sidak di Pasar Jangkang, BPOM DIY Kembali Temukan Makanan Mengandung Formalin dan Boraks

Sidak di Pasar Jangkang, BPOM DIY Kembali Temukan Makanan Mengandung Formalin dan Boraks
Tribun Jogja/Alexander Ermando
Kepala BPOM DIY Rustyawati (kedua dari kiri) dan Bupati Sleman Sri Purnomo saat meninjau barang dagangan penjual di Pasar Jangkang, Ngemplak pada Rabu (29/05/2019) 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) DIY kembali menemukan sejumlah jenis makanan yang mengandung bahan berbahaya. Salah satunya mengandung boraks.

Penemuan tersebut merupakan hasil sidak di Pasar Jangkang, Desa Widodomartani, Ngemplak, Sleman pada Rabu (29/05/2019) pagi.

"Kami mendapatkan 26 sampel dari sidak tersebut. Berdasarkan hasil pemeriksaan 31 persennya mengandung bahan berbahaya," kata Kepala BPOM DIY Rustyawati.

Sejumlah makanan yang positif mengandung bahan berbahaya antara lain teri nasi, cumi kering, bleng alias garam mineral, mi, hingga kerupuk gendar.

Jelang Lebaran, Bupati Sleman Pantau Harga dan Kualitas Pangan di Pasar Jangkang

Bahan kimia berbahaya yang ditemukan antara lain formalin pada teri nasi dan cumi kering, mi mengandung boraks, serta kerupuk yang mengandung bahan pewarna berbahaya Rodhamin B.

"Kami nyatakan makanan tersebut Tidak Memenuhi Syarat (TMS)," ujar Rustyawati.

Menurutnya, temuan bahan berbahaya di Pasar Jangkang termasuk tinggi dibanding pasar-pasar lain.

Meskipun demikian jika dilihat secara keseluruhan, Rustyawati menilai ada tren penurunan terhadap jumlah makanan dengan bahan berbahaya di DIY, dibandingkan periode sama sebelumnya.

"Makanan yang mengandung bahan berbahaya kami sita dan akan dimusnahkan. Sedangkan pedagang kami edukasi soal bahayanya," jelasnya.

Batik Air Resmi Beroperasi di Bandara YIA Kulon Progo, Penerbangan Perdana Angkut 107 Penumpang

Salah satu pedagang mi yang terbukti mengandung boraks, Warti mengaku tidak tahu-menahu soal bahaya barang yang dijualnya tersebut.

Ia mengaku membeli mi tersebut dari pemasok asal Dusun Pacitan di Kecamatan Manisrenggo, Klaten. Sebanyak 4,5 kilogram mi ia jual di Pasar Jangkang, beserta cumi kering yang juga mengandung formalin.

"Saya baru jual saat bulan puasa ini saja," tutur warga Dusun Gunting, Hargobinangun, Pakem ini. (Tribunjogja I Alexander Ermando)

Penulis: Alexander Aprita
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved