Ramadan
Ponpes Fauzul Muslimin, Tempat Belajar Ilmu Agama Bagi Pelajar dan Mahasiswa
Pondok ini mudah dijangkau, karena berada tepat di sisi Jl Nyi Pambayun, Karang, Prenggan, Kotagede.
Penulis: Susilo Wahid Nugroho | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kotagede menjadi salah satu daerah di Kota Yogyakarta yang masyarakatnya dikenal religius.
Salah satu hal yang jadi penegasnya, keberadan sejumlah pondok pesantren di daerah ini.
Meski dilatarbelakangi sejarah maupun kurikulum dan metode pengajaran yang berbeda, namun semua pondok tetap punya satu tujuan sama, yaitu mencetak generasi mahir ilmu agama.
• Pondok Pesantren Islam Al Iman Muntilan, Berdiri di Atas dan untuk Semua Golongan
Salah satu pondok pesantren yang berada di Kotagede ini adalah Pondok Pesantren (PP) Fauzul Muslimin.
Pondok ini mudah dijangkau, karena berada tepat di sisi Jl Nyi Pambayun, Karang, Prenggan, Kotagede.
Gerbang putih bertuliskan nama pondok menjadi penanda pertama keberadaan pondok.
Pondok ini berada di bawah naungan Yayasan Pesantren Ma’Had Islamy yang didirikan oleh KH. Amir.
Secara resmi, PP Fauzul Muslimin berdiri pada tahun 1997 tepatnya pada bulan Desember.
Hingga akhirnya pada Bulan April 1998, pondok ini secara sah telah terdaftar di Departemen Agama wilayah DIY.
Mengambil spesialisasi santri khusus putra dan putri dari kalangan pelajar SMA dan mahasiswa, pondok ini lebih luwes dalam menerapkan aturan.
Para santri dibebaskan melakukan kegiatan di luar pondok selama hal itu demi kewajiban mereka belajar di sekolah formal seperti SMA maupun perguruan tinggi.
• Pondok Pesantren Kotagede Hidayatul Mubtadi-ien Yogyakarta, Mengadopsi Karakter Ponpes Lirboyo
“Jadi kegiatan belajar di pondok hanya dilakukan pagi setelah salat subuh. Lalu santri sekolah di sekolah formal atau kuliah. Pelajaran di pondok kembali dilanjutkan petang sampai malam hari, setelah salat magrib sampai pukul 21.00,” kata Muhammad Abdul Haris, Wakil Pengasuh Bidang Dakwah dan Jaringan PP Fauzul Muslimin.
Meski demikian, pihak pondok tidak mentolerir jika ada santri absen dari kegiatan pondok sedangkan mereka sebenarnya tidak punya jadwal sekolah atau perkuliahan.
Sanksi ringan sampai berat pun sudah menanti.
Meski demikian, sejauh ini para santri tetap tertib mengikuti seluruh peraturan di pondok pesantren.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/muhammad-abdul-haris-wakil-pengasuh-bidang-dakwah-dan-jaringan-pp-fauzul-muslimin.jpg)