Aktivitas Merapi
Kegempaan Vulkanik Dangkal Minggu ini Lebih Rendah Dibanding Minggu Lalu
Dari pantauan CCTV, Gunung Merapi terpantau kembali mengalami guguran lava sebanyak 2 kali pada periode, Minggu, (26/5/2019).
Penulis: Siti Umaiyah | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM - Dari pantauan CCTV, Gunung Merapi terpantau kembali mengalami guguran lava sebanyak 2 kali pada periode, Minggu, (26/5/2019).
Hanik Humaida, Kepala BPPTKG dalam keterangan tertulisyang diterima Tribunjogja.com menerangkan guguran lava Gunung Merapi pada periode tersebut langsung mengarah ke hulu Kali Gendol.
"Guguran lava teramati sebanyak 2 kali, arah dominan tenggara kali Gendol, jarak luncur 550-850 m," terangnya.
• Dua Rekomendasi Brand Fashion Lokal Kekinian
Sementara itu, pada periode yang sama, Gunung Merapi juga mengalami gempa guguran sebanyak 22 kali, gempa fase banyak 3 kali, gempa vulkanik dangkal 1 kali dan gempa tektonik 1 kali.
Dalam laporan aktivitas gunung Merapi, pada periode 17-23 Mei 2019, Hanik mengungkapkan jika Gunung Merapi tercatat mengalami 2 kali gempa awan panas dengan jarak luncur maksimum. 11000 m mengarah ke hulu Kali Gendol.
Selain itu, pada periode yang sama, Merapi juga tercatat mengalami 7 kali gempa hembusan, 1 kali gempa Vulkanik Dalam, 1 kali gempa Vulkanik Dangkal, 33 kali gempa Fase Banyak, 168 gempa guguran, 18 kali gempa low frekuensi, serta 6 kali gempa tektonik.
"Kegempaan vulkanik dangkal minggu ini lebih rendah dibandingkan minggu lalu, sedangkan gempa Fase Banyak lebih tinggi. Untuk volume kubah lava berdasarkan analisis foto udara dengan drone tanggal 4 Mei 2019 sebesar 458.000 m2," katanya.
• Status Merapi Tak Akan Pengaruhi Minat Kunjungan Jip Wisata Lereng Merapi
• Penjelasan BPPTKG Yogyakarta Terkait Status Terkini Gunung Merapi
Hanik juga mengungkapkan jika sejak bulan Januari 2019, volume kubah lava terhitung relatif tetap yang disebabkan sebagian ekstrusi magma langsung meluncur ke hulu Kali Gendol sebagai guguran lava maupun awanpanas.
Dari analisis morfologi area kawah, berdasarkan foto dari sektor tenggara tidak menunjukkan adanya perubahan morfologi yang signifikan.
Sampai dengan saat ini, Hanik menyampaikan jika status Merapi masih Waspada (level II).
Untuk itu, pihaknya masih menghimbau masyarakat untuk tetap tenang dan bisa beraktivitas seperti biasa.
Selain itu, Hanik juga meminta masyarakat agar selalu mengikuti informasi aktivitas Merapi.
"Radius 3 km dari puncak Merapi agar dikosongkan dari aktivitas penduduk. Pemerintah daerah dan masyarakat agar mengantisipasi bahaya abu vulkanik. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi," ungkapnya. (*)