Waspadai Anthrax, DPPKP Bantul Perketat Jalur Distribusi Hewan ke Bantul

Hal ini menyusul adanya temuan kasus sapi di Gunungkidul yang dinyatakan terjangkit penyakit Anthrax.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Bantul 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Kabupaten Bantul memperketat jalur distribusi hewan yang masuk ke wilayah Bantul.

Hal ini menyusul adanya temuan kasus sapi di Gunungkidul yang dinyatakan terjangkit penyakit Anthrax.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DPPKP Bantul, Joko Waluyo, memastikan pihaknya sudah memperketat jalur masuk sapi dan kambing ke Kabupaten Bantul, terutama hewan ternak dari Kabupaten Gunungkidul.

Peternak di kandang komunal Jaten, Sendangadi, Mlati tengah memberikan pakan ke sapinya
Peternak di kandang komunal Jaten, Sendangadi, Mlati tengah memberikan pakan ke sapinya (Tribun Jogja/Santo Ari)

Dinas menurutnya juga sudah mengirimkan surat edaran ke Pos Kesehatan Hewan (Poskeswan) yang berada di wilayah perbatasan dengan Gunungkidul. Seperti Piyungan, Pleret, Imogiri dan Dlingo.

Rekrutmen CPNS 2019 - Pemerintah akan Buka Lowongan 100.000 Formasi

Surat edaran itu berisi perintah untuk memperketat lalu-lintas hewan yang akan dibawa menuju Bantul.

"Kami minta distribusi hewan diperketat. Apalagi besok kan Minggu legi jadi kami minta perketat hewan yang akan masuk," ujar Joko dihubungi Tribunjogja.com, Sabtu (25/5/2019).

Bukan hanya di Puskeswan, pengawasan hewan ternak di Bantul juga diperketat untuk rumah potong hewan (RPH) terutama di Segoroyoso.

Terlebih menjelang datangnya hari raya. Menurut dia butuhan daging di masyarakat meningkat.

Ia mencontohkan pada hari biasa, misalkan saja, rumah potong hanya menyembelih satu hewan.

Namun menjelang hari raya, RPH bisa potong sampai lima ekor.

"Kebutuhan daging menjelang hari raya ini kan meningkat. Jadi pengawasan di RPH ini kita perketat," terang dia.

Pemda DIY Tindaklanjuti Kasus Kematian Sapi Diduga Akibat Antraks di Gunungkidul

Peternak Sapi di Sleman Khawatir Penular Penyakit Anthrax

Wabup Gunungkidul Imbau Masyarakat Gunungkidul Lebih Berhati-hati Konsumsi Daging Sapi

Dengan memperketat pengawasan rumah potong hewan dan distribusi hewan disejumlah Pasar Hewan, Joko mengaku tidak ingin kecolongan.

Pihaknya ingin memastikan hewan yang datang dari berbagai daerah terutama dari Gunungkidul dipastikan bebas dari anthrax.

Satu dari sejumlah pasar hewan yang distribusi ternak masuk diperketat ada di pasar hewan Imogiri.

Pasalnya, pasar hewan yang berada di Jalan Imogiri-Siluk tersebut menurut dia 60 persen berasal dari Gunungkidul.

Sementara lainnya dari Pacitan Jawa timur, dan Wonogiri.

"Besok hari senin, saya juga akan langsung chek ke pasar lain, di Piyungan. Kami ingin memastikan hewan ternak yang masuk ke Bantul aman," tutur dia.

Selain itu, Joko menambahkan, pihaknya menjalin kerjasama dengan pihak Dinas Kesehatan Bantul untuk melakukan pengawasan di Puskemas, terutama di wilayah Pleret.

Ia ingin memastikan penyakit anthrax tidak menular ke manusia.

"Kami kordinasi dengan Dinkes untuk mengawasi di Pleret. Apabila ada temuan pasien gejala dari anthrax. Maka segera bisa ditindaklanjuti," ungkap dia. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved