Mobil Teroris Putar Balik, Petugas Gabungan Kejar Sampai Tanjakan, Lima Orang Ditangkap
Penangkapan lima terduga teroris ini dilakukan petugas gabungan, yakni tim Polres Garut, Brimob, dan Kodim 0611 Garut.
Sementara itu, 11 tersangka lain ditangkap di Jakarta, Grobogan, Sukoharjo, Sragen, Kudus, Jepara, Semarang, dan Madiun.
Dari 11 tersangka tersebut, sebanyak 9 terduga teroris merupakan anggota aktif JAD.
Sebanyak sembilan terduga teroris dibawa ke Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, saat konferensi pers, pada Jumat (17/5/2019). (KOMPAS.com/Devina Halim)
Kesembilan tersangka itu telah mengikuti pelatihan di dalam negeri dan selanjutnya berangkat ke Suriah sebagai foreign terrorist fighter (FTF). Adapun dua orang lainnya merupakan deportan.
"Keterlibatan dua tersangka yaitu deportan. Mereka ini deportan, hijrah ke Suriah dan mereka belajar membuat bom asap di Camp Aleppo," kata Iqbal.
6. Sasar kerumunan massa saat 22 Mei di Gedung KPU
Dalam video yang diputar saat konferensi pers pada hari Jumat (17/5/2019), tampak seorang terduga teroris berinisial DY alias Jundi alias Bondan mengungkapkan akan menyerang kerumunan massa saat 22 Mei.
DY juga mengaku telah merangkai bom untuk melancarkan aksinya tersebut.
Berikut ini transkrip video tersebut:
"Nama saya DY alias Jundi alias Bondan, saya memimpin beberapa ikhwan untuk melakukan amaliyah pada 22 Mei dengan menggunakan bom yang sudah saya rangkai dan menggunakan remote control," ungkap DY seperti dikutip dari video yang ditayangkan saat konferensi pers, Jumat (17/5/2019).
"Yang mana pada tanggal tersebut sudah kita ketahui bahwa di situ akan ada kerumunan massa yang merupakan event yang bagus untuk saya untuk melakukan amaliyah, karena di situ memang merupakan pesta demokrasi yang menurut keyakinan saya adalah syirik akbar yang membatalkan keislaman. Yang termasuk barokah melepas diri saya dari kesyirikan tesebut," tutur dia.
7. Densus 88 tetap buru para terduga teroris
Densus 88 sudah melakukan beberapa antisipasi agar teroris tak menjalankan aksinya, misalnya dengan penangkapan atau preventive strike.
Meskipun demikian, Polri tak menjadi lengah dan menganggap remeh kelompok tersebut.
Polri terus bekerja untuk mengantisipasi dan menjaga keamanan dengan membaca pergerakan kelompok-kelompok tersebut.
"Densus 88 tentu sudah memiliki strategi untuk itu semua sehingga alhamdulillah beberapa hari lalu kita dapat melakukan upaya paksa kepolisian, yaitu penangkapan terhadap kelompok ini. Kita tidak ingin ini terjadi, kita tidak ingin ini terjadi, sekali lagi, di kerumunan massa," tutur dia. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/mobil-teroris-putar-balik-petugas-gabungan-kejar-sampai-tanjakan-lima-orang-ditangkap.jpg)