Aplikasi 'Meet Pharmy' karya Mahasiswa UGM, Permainan untuk Kenalkan Profesi Apoteker

Aplikasi Meet Pharmy ini sendiri bertujuan untuk memperkenalkan profesi apoteker pada anak-anak.

Aplikasi 'Meet Pharmy' karya Mahasiswa UGM, Permainan untuk Kenalkan Profesi Apoteker
dok.pri
Mahasiswa UGM saat memperlihatkan aplikasi Meet Pharmy yang sudah memenangkan medali emas dan perak dalam kompetisi yang digelar beberapa saat lalu. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta mengembangkan sebuah aplikasi edukasi untuk anak-anak.

Aplikasi tersebut diberi nama Meet Pharmy.

Aplikasi Meet Pharmy ini sendiri bertujuan untuk memperkenalkan profesi apoteker pada anak-anak.

Aplikasi ini sendiri mulai dikembangkan sejak bulan November 2018 dan ditujukan kepada anak-anak usia 2 tahun hingga 14 tahun.

Penggagas aplikasi ini adalah Ris Heskiel Najogi Sitinjak, mahasiswa Fakultas Farmasi UGM.

Namun ia tak sendirian, Ris juga bekerjasama dengan rekannya Shinta Diva Ekananda, Wahyunanda Crista Yuda, Muhammad Fikri Abdillah, Muhammad Sulhan Hadi, Luh Rai Maduretno Asvinigita, Lutfiana Pasebhan Jati, dan Laksa Ersa Anugratama.

"Melalui aplikasi ini kita mencoba untuk mengenalkan profesi apoteker kepada anak-anak. Lewat permainan ini kami ingin menumbuhkan minat, serta wawasan anak-anak terhadap profesi apoteker," paparnya.

Dia mengungkapkan, melalui aplikasi ini pula pihaknya berusaha untuk melakukan transfer informasi mengenai kesehatan pada anak-anak, terutama komunikasi apoteker dengan pasien.

Menurutnya, game ini bisa dibilang merupakan inovasi pertama yang ada di google play.

Yang mana sebelumnya, belum ada game yang menjelaskan mengenai kefarmasian.

"Di game ini, ada proses konseling dan konseling antara anak dengan seorang apoteker yang bernama Pharmy. Pharmy ini akan memberikan resep dan menjelaskan pentingnya menjalankan gaya hidup sehat agar tidak mudah terserang penyakit," katanya

Meet Pharmy ini sendiri memiliki sejumlah fitur yang memperlihatkan tiga kasus penyakit sederhana yang sering terjadi pada anak, yakni batuk, pilek dan demam.

Bukan hanya untuk anak, di aplikasi ini juga dilengkapi modul yang memuat informasi seputar penyakit yang disajikan yang ditujukan kepada orangtua.

"Jadi orangtua bisa tahu kalau anak sakit diberi apa. Game diberi desain yang lucu dan suara biar suka. Untuk game ini dilengkapi dengan dua bahasa. Untuk obat yang kita pilih adalah obat yang tanpa resep dokter," katanya.

Aplikasi yang sudah tersedia di playstore ini sampai dengan saat ini sudah diunduh oleh lebih dari 1000 orang pengguna. (*)

Penulis: Siti Umaiyah
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved