Advertorial
Rokok, Pembunuh Secara Perlahan
Meskipun dampak dari rokok ini sangatlah besar bagi kesehatan, namun faktanya masih banyak penduduk Indonesia yang merokok.
Penulis: Siti Umaiyah | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sampai dengan saat ini, rokok masih menjadi hal yang dianggap biasa dalam kehidupan sehari-hari.
Meskipun dampak dari rokok ini sangatlah besar bagi kesehatan, namun faktanya masih banyak penduduk Indonesia yang merokok.
Eko Prasetyo Pendiri Social Movement Institute, dalam kegiatan Dialogue #4 yang diadakan oleh Social Movement Institute bersama dengan Dema Pertanian UGM dengan tema Melihat Industri Tembakau dalam Prespektif Islam Progresif mengungkapkan jika rokok ini merupakan pembunuh secara perlahan.
Menurutnya banyak upaya di lapangan untuk mengurangi jumlah perokok, mulai dari membuat gambar bahaya rokok yang sangat besar, namun masih banyak masyarakat yang kurang peduli terhadap bahaya rokok.
• Desa Widodomartani Jadi Pionir Kawasan Tanpa Rokok di Sleman
Bukan hanya itu, upaya untuk menekan perusahaan rokok dengan meningkatkan biaya cukai, namun hal tersebut tidaklah berdampak secara signifikan terhadap perusahaan.
"Sampai saat ini masih bodoh amat masyarakat terhadap bahaya rokok. Untuk perusahaan peningkatan cukai tidak berdampak signifikan terhadap perusahaan, karena sudah menglobal. Banyak dari perusahaan ini yang punya saham di mana mana," terangnya.
Menurutnya yang paling mengerikan industri rokok ini selalu mencoba berlindung dibawah petani tembakau di Indonesia, padahal kalau dilihat saat ini banyak tembakau yang diimpor dari negara lain.
Eko menjelaskan jika ketika petani ingin melakukan alih tanam, namun pemerintah minim sekali untuk memberikan dukungan.
Sehingga ketika petani tembakau ingin melakukan alih lahan, maka menjadi sangat kesulitan.
• Tidak Hanya Rokok, Berkendara Sambil Menggunakan Telepon Juga Akan Ditindak
"Kenapa tidak bisa mengurangi itu pertama pengaruh perusahaan rokok sangat besar di segala lini. Kedua, perusahaan rokok punya banyak program sosial, begitu banyak mencekeram. Yang lebih gila rumah sakit paru-paru didukung perusahaan rokok. Kami bekerja pada isu ini bukan hanya bahaya kesehatan, tapi oligarki perusahaan ini yang kita lihat," jelasnya.
Muhammad Khoiri Rozi Avokasi Petani Temanggung yang ingin melakukan Alih Tanam menjelaskan jika ketika petani tembakau ingin melakukan alih fungsi lahan, namun mengalami banyak kesulitan.
Mulai dari campur tangan perusahaan rokok, yang kadang melalui pemerintah, maupun dari petani tembakau itu sendiri.
"Kondisi di lapangan juga jangan dikira proses alih tanam itu mudah. Bukan hanya industri rokok, dinas pertanian, tapi juga petani tembakau, ada perpecahan. Industri rokok bukan hanya mengganggu kesehatan, tapi intervensi juga ke masyarakat," ungkapnya
Menurutnya ketika petani tembakau ini ingin menanam tembakau, untuk proses bibit di bantu oleh Pemerintah.
Namun ketika petani ini ingin beralih tanam, maka hal tersebut akan dipersulit.
• Daftar Sanksi dan Denda yang Bakal Dikenakan pada Para Perokok Bila Merokok Sembarangan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/kegiatan-dialogue-4-yang-diadakan-oleh-social-movement-institute.jpg)