Kriminal

Pencuri Rp505 Juta di Wates merupakan Komplotan Kriminal Lintas Provinsi

Pelaku merupakan komplotan pencuri lintas provinsi yang tergolong lihai serta punya modus rapi.

Penulis: Singgih Wahyu Nugraha | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Singgih Wahyu
Para pelaku pencurian uang Rp505 juta diamankan petugas Polres Kulon Progo. 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Kepolisian Resor Kulon Progo berhasil mengungkap kasus pencurian uang senilai Rp505 juta dalam mobil yang terjadi pada Maret 2019 silam di Wates.

Pelaku merupakan komplotan pencuri lintas provinsi yang tergolong lihai serta punya modus rapi.

Ada tiga pelaku yang berhasil diamankan dalam penangkapan bersama Polda DIY tersebut.

Yakni, Har (40), Ben (41), dan Fir (29) yang kesemuanya warga Palembang, Sumatera Selatan.

Mereka diamankan di sebuah wisma di Pemalang, Jawa Tengah, Rabu (15/5/2019) kemarin bersama dua pelaku lain yang tidak terkait kasus di Wates tersebut.

Adapun dua tersangka lain yakni Tar (45) dan Wan (42) hingga kini masih jadi buruan polisi. 

Pelaku Pencurian Uang Rp 505 juta dalam Mobil di Kulon Progo Tertangkap

Kapolres Kulon Progo, AKBP Anggara Nasution mengatakan para pelaku tergolong pemain lama.

Setelah berhasil menggondol uang ratusan juta rupiah di Wates, mereka menghilang dan disinyalir kembali ke daerah asalnya.

Namun, masuk bulan puasa ini, mereka terdeteksi berkumpul lagi di wilayah Jawa Tengah untuk beraksi lagi, khususnya di Semarang.

"Jelang Lebaran biasanya peredaran uang di masyarakat cukup banyak dan mereka memanfaatkan momen itu untuk beraksi lagi. Namun, kami bisa meringkusnya duluan. Dari modus aksinya itu, mereka jelas sudah profesional dan sudah lama menjalaninya," kata Anggara, Kamis (16/5/2019).

Ketika Sandal Jepit Pencuri Motor Tertinggal di Rumah Korbannya

Polisi sebelumnya melacak para pelaku berbekal informasi dan rekaman kamera pengintai saat mereka beraksi di Wates serta alat bukti lainnya.

Hasil penyelidikan mengarah kepada para pelaku meski petugas sempat kesulitan melacak keberadaannya hingga memerlukan waktu dua bulan untuk menangkap pelaku.

Dari koordinasi lintas wilayah, polisi akhirnya mendapat informasi bahwa para pelaku itu berkumpul di Pemalang untuk merencanakan aksi serupa di Jateng.

Dalam aksinya, kata Anggara, para pelaku cukup terkoodinir rapi dan masing-masing orang punya tugasnya sendir.

Har bertugas sebagai pengemudi mobil, Ben menancapkan paku ke ban mobil sekaligus pengemudi sepeda motor, dan Fir sebagai pengawas di lapangan yang memberikan informasi kepada para pelaku lain terkait pergerakan korban.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved