Yogyakarta

Pemda DIY Punya PR Soal RTRW

Beberapa mekanisme pun harus ditempuh, misalnya melalui tim percepatan pembangunan atau melalui asek perekonomian, Bappeda dan OPD lain.

Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

Beberapa mekanisme pun harus ditempuh,  misalnya melalui tim percepatan pembangunan atau melalui asek perekonomian, Bappeda dan OPD lain. 

Raih WTP 8 Kali Berturut-turut, Pemda DIY Didorong Tingkatkan Kualitas LHP

"Untuk investasi ini butuh kesiapan Pemda baik DIY dan Kulonprogo dari segi pertanahan, ada kawasan strategis,  hunian,  bisnis dan ini bagian dari zonasi di aerotropolis," jelasnya.

Bupati Kulonprogo,  Hasto Wardoyo menjelaskan, kawasan aerotropolis ini tidak terlalu mepet dari bandara dan tidak terlalu jauh.

Untuk payung hukum kawasan tersebut, pihaknya akan mengeluarkan payung hukum berupa Peraturan Bupati (Perbup) soal kawasan supaya kawasan bisa berkembang dan investor bisa masuk.

Untuk wacana aerotropolis yang menjadi konekting area di sekitar bandara, pihaknya akan mengembangkan di sekitar 30 kilometer ke arah utara.

Hal ini dikembangkan dengan bedah Menoreh. “Opsinya memang ke utara Bedah Menorah atau lewat Nanggulan ke utara. Kami wacanakan akan arahkan Bedah Menoreh,” urainya.

Tahun Ini Pemkab Kulon Progo Fokus Pembebasan Lahan untuk Bedah Menoreh

Salah satu yang akan dikembangkan adalah destinasi wisata internasional berupa taman kerajaan nusantara.

Taman kerajaan nusantara ini akan dibangun di Girimulyo dan mirip dengan konsep taman mini Indonesia Indah (TMII).

Hanya nanti anjungannya berupa kerajaan di nusantara.

“Untuk membangun ini tidak cukup APBN dan APBD tapi juga melibatkan swasta. Salah satunya adalah nanti ada MoU dengan Hongkong sebagai international heritage,” urainya.

Agar kawasan di sekitar tersebut berkembang pihaknya pun tidak akan melakukan penggusuran.

Namun, akan mengembangkan model kerjasama dengan masyarakat.

Hal inilah yang nantinya akan mengembangkan perekonomian masyarakat.

“PR kami juga adalah langkah jangka menangah apa yang bisa dicreate murah, meriah, cepat. Misalnya, turis mendarat diberikan insentif ini adalah pemikiran kasar. Kami punya kampung homestay di lingkungan destinasi wisata, misalnya turis digratiskan menginap tetapi untuk makan bayar agar mereka tetap betah stay,” ujarnya. (TRIBUNJOGJA.COM) 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved