Bantul

Tukar Pecahan Uang untuk Lebaran, BI DIY Siapkan Rp 7 Triliun

Uang sejumlah triliunan itu, disebarkan melalui perbankan, baik Bank Umum dan BPR (Bank Perkreditan Rakyat).

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY, Probo Sukesi 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Daerah Istimewa Yogyakarta bekerja sama dengan Perbankan, baik Bank umum ataupun Bank Perkreditan Rakyat (BPR), melayani penukaran uang pecahan kecil guna menyambut Idul Fitri 1440 H.

Total uang yang disiapkan sebesar Rp 7 Triliun.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY, Probo Sukesi mengatakan uang yang disiapkan oleh Bank Indonesia untuk membantu masyarakat melakukan penukaran uang kecil sebesar Rp 7 Triliun.

Jumlah tersebut naik 13 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Dua Rekomendasi Brand Fashion Lokal Kekinian

Uang sejumlah triliunan itu, menurut Probo, disebarkan melalui perbankan, baik Bank Umum dan BPR (Bank Perkreditan Rakyat).

"Masyarakat diharapkan menukar uangnya diperbank-an resmi. Bukan di jalan-jalan," kata Probo Sukesi saat ditemui Tribunjogja.com di Pasar Bantul, Rabu (15/5/2019).

Probo menjelaskan penukaran uang yang dilakukan oleh masyarakat bukan di tempat perbankan resmi sangat berisiko, karena banyak kasus ditemui uang palsu.

Dari pengalaman sebelumnya, masyarakat menukarkan uang, ternyata yang didapatkan uang palsu.

Jika terjadi seperti itu, kata Probo masyarakat sendiri yang dirugikan.

"Kami ingin masyarakat menukar uang di perbankan resmi," ujar dia.

Jasa Penukaran Uang Mulai Terlihat di Jalan Senopati Yogyakarta

Lebih lanjut, Probo mengatakan penukaran uang untuk semua jenis pecahan ada, mulai dari pecahan Rp 1.000 sampai Rp 100.000.

Perbankan akan melayani tiap permintaan.

Adapun soal batas penukaran uang per-orangan, Probo mengaku tahun ini belum mengetahui ketentuannya.

Namun ia menjelaskan untuk tahun lalu masing-masing orang maksimal menukarkan uang Rp 3,7 juta.

Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY, Drs Tri Saktiana menghimbau masyarakat supaya menukarkan uangnya ditempat-tempat penukaran uang resmi.

Tidak disembarang tempat, karena tidak ada jaminan uang tersebut pas sesuai nominal dan asli.

"Tolong masyarakat hati-hati ketika akan menukarkan uang," imbau dia. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved