Pendidikan

Mahasiswa UGM Raih Prestasi di Kompetisi Nasional Bidang Kedokteran

Tim mahasiswa gabungan UGM berhasil menjuarai kompetisi 3rd Open Innovation IMERI FKUI 2019.

Mahasiswa UGM Raih Prestasi di Kompetisi Nasional Bidang Kedokteran
Istimewa
Tim mahasiswa gabungan UGM yang berhasil menjuarai 3rd Open Innovation IMERI FKUI 2019 

Laporan Reporter Tribun Jogja Alexander Ermando

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Tim mahasiswa gabungan UGM berhasil menjuarai kompetisi 3rd Open Innovation IMERI FKUI 2019.

Lomba tersebut diadakan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI), di Gedung IMERI FKUI, Jakarta Timur.

Bimantara Hanumpraja, salah satu anggota tim melalui keterangan tertulis menyatakan bahwa kemenangan tersebut diraih lantaran inovasi yang mereka buat.

"Kami memperkenalkan Hematobot, sebuah aplikasi real-time berbasis kecerdasan buatan untuk menganalisis sel kanker pada pasien leukimia," kata mahasiswa Prodi Teknik Fisika ini pada Rabu (08/05/2019).

Hari Pertama Puasa, Pasar Ramadhan UGM Mulai Ramai Pengunjung

Menurut Bima, Hematobot menganalisis sel kanker berdasarkan metode deep learning, yaitu mengolah informasi dengan data gambar yang diambil dari kamera pada lensa okuler mikroskop.

Bima merancang aplikasi tersebut bersama Ilham Zulfikri Firdaus dari prodi yang sama serta Ayu Ariningsih dari Prodi D3 Teknologi Instrumentasi, Sekolah Vokasi UGM.

"Aplikasi ini mudah digunakan karena kompatibel dengan platform Android di ponsel pintar," jelas Bima.

Lewat Hematobot, Bima meyakini proses analisis sel kanker pasien leukimia akan berlangsung lebih cepat dengan data yang akurat.

FEB UGM Masuk dalam Daftar 38 Sekolah Bisnis yang Jamin Kualitas Pendidikannya

Sebab selama ini, analisa dilakukan dengan menghitung jumlah sel putih secara manual.

Prosesnya menghabiskan waktu sekitar 3 jam dan ada 5 preparat yang harus dianalisis.

Potensi kesalahan pun muncul sebesar 30-40 persen karena hematologis mengalami kelelahan.

"Saya ingin ini jadi solusi terbaik dalam dunia medis, terutama di bidang hematologi," kata Bima.

Berkat Hematobot, Bima dan kedua rekannya berhasil mengalahkan 29 tim lainnya di babak final.

Sebelumnya mereka juga lolos babak proposal bersama 84 tim lainnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Alexander Aprita
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved