Nasional

Pengamat UGM: Hanya Kalimantan yang Tidak Masuk dalam 'Ring of Fire'

Erwan mengungkapkan, ketika melihat peta Indonesia, di dalam ring of fire hanya Kalimantan yang memang di luar itu, dimana Kalimantan tidak ada ancama

Pengamat UGM: Hanya Kalimantan yang Tidak Masuk dalam 'Ring of Fire'
dok.humas UGM
Gedung rektorat UGM 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Beberapa hari terakhir bergulir wacana mengenai wacana pemindahan ibukota negara dari pulau Jawa ke luar pulau Jawa, yang juga diucapkan oleh Presiden RI, Joko Widodo.

Berkaitan dengan hal tersebut, Pengamat Kebijakan Publik UGM Erwan Agus Purwanto mengungkapkan setidaknya ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi saat ingin memilih ibukota negara yang baru.

Diantaranya, secara geografis wilayah yang dipilih tidak memiliki ancaman kebencanaan, seperti bukan daerah patahan, tidak adanya ancaman erupsi, banjir dan sebagainya.

Erwan mengungkapkan, ketika melihat peta Indonesia, di dalam ring of fire hanya Kalimantan yang memang di luar itu, dimana Kalimantan tidak ada ancaman bahaya gempa.

Ketika Bujangga Manik Melintasi Lapangan Bubat di Ibukota Majapahit

"Kalau secara geografis yang tidak memiliki ancaman kebencanaan. Saya kita itu sangat penting. Jangan sampai kita sudah investasi ratusan triliun nanti tiba-tiba ternyata area yang dipilih ada ancaman misalnya gempa, daerah patahan, erupsi, banjir dan sebagainya. Nanti bisa kita petakan. Jadi antar Indonesia yang sangat potensial yang mana. Mungkin Kalimantan," terangnya, Jumat (3/5/2019).

Selanjutnya, hal yang juga harus dipikirkan adalah daya dukung ekonomi sosial, seperti halnya ada tidaknya suplai air bersih.

Menurut Erwan air bersih yang mencukupi sangatlah penting dimana nantinya ketika memang memindahkan ibukota negara, hal tersebut juga berarti akan memindahkan kurang lebih 1,5 juta PNS berserta keluarganya.

"Nanti ada sekitar 1,5 juta PNS yang akan dipindahkan ke ibukota yang baru dengan keluarganya. Kalau kita memindahkan 1,5 juta, ditambah tiga kali lipat, kalau keluarganya punya istri punya anak, dua misalnya, bisa lima juta manusia pindah ke ibukota baru. Ketika semisal memilih Kalimantan, juga harus dilihat kembali bagian mana dari Kalimantan yang suplai airnya oke. Di Kalimantan kan daerah gambut, isu air juga menjadi penting. Ini harus dicari Kalimantan yang bagian mana," ungkapnya.

Sacramento, Ibukota Negara Bagian California yang Sederhana

Selain itu, aspek geopolitik yang strategis juga perlu dipikirkan.

Menurut Erwan, ibukota negara paling tidak jangan terlalu dekat dengan perbatasan negara lain, hal tersebut untuk meminimalisir adanya ancaman.

Halaman
12
Penulis: Siti Umaiyah
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved