Bisnis

Peserta Pelatihan Kerajinan Tangan Diharapkan Jadi Penggerak Ekonomi Desa

Pelatihan diharapkan juga akan berlaku berkelanjutan, sehingga upaya untuk menekan angka kemiskinan di wilayah pedesaan dapat efektif.

Peserta Pelatihan Kerajinan Tangan Diharapkan Jadi Penggerak Ekonomi Desa
TRIBUNJOGJA.COM / Yosef Leon
Direktur Jenderal Pengembangan Kawasan Perdesaan, Kemendesa, Harlina Sulistyorini (kanan) memukul gong tanda ditutupnya pelatihan kerajinan tangan berbasis ekonomi kreatif yang diselenggarakan di BBLM Yogyakarta, Selasa (30/4/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM - Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) RI, berharap sejumlah peserta pelatihan kerajinan tangan berbasis ekonomi kreatif yang diselenggarakan oleh Besar Latihan Masyarakat (BBLM) Yogyakarta bisa menjadi penggerak ekonomi desa.

Dari informasi yang dihimpun Tribunjogja.com, peserta pelatihan yang berjumlah 90 orang dan tersebar dari berbagai kabupaten di wilayah DIY itu, merupakan para penerima program keluarga harapan.

Dengan demikian, pelatihan tersebut juga sekaligus sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan para peserta.

Sewindu Tribun Jogja, Bertekad Jadi Media Rujukan dalam Era Revolusi Industri 4.0

"Ini salah satu program kami di kementerian untuk bagaimana menguatkan ekonomi di kawasan pedesaan terutama kaum perempuan. Kami harap para peserta juga bisa disebarluaskan kepada masyarakat sekitar," kata Direktur Jenderal Pengembangan Kawasan Perdesaan, Kemendesa, Harlina Sulistyorini usai penutupan pelatihan tersebut, Selasa (30/4/2019) di BBLM Yogyakarta.

Harlina mengatakan, program ini diharapkan juga akan berlaku berkelanjutan, sehingga upaya untuk menekan angka kemiskinan di wilayah pedesaan dapat efektif.

Di samping itu, perlu pula dilakukan perluasan pelatihan ke berbagai sektor ekonomi lain agar kedepannya produk terbaru juga dapat dipasarkan lewat Badan Usaha Milik Desa (BUMdes).

"Karena pelatihan ini berdasar orderan, jadi bukan tidak mungkin angkatan berikutnya tema pelatihan akan kain lagi sesuai dengan kebutuhan pelanggan," imbuhnya.

WBP Lapas Perempuan Yogyakarta Ikuti Pelatihan Merias

PT Yogyakarta Isti Parama (YIP) yang menjadi rekanan dalam program tersebut akan menyerap produk yang dihasilkan oleh para pekerja yang dilatih.

Perajin yang dilatih juga tidak perlu memikirkan pasar dari produk yang dihasilkannya.

"Selama ini kan kita lihat banyak produk luar yang masuk ke dalam negeri, sehingga ini kesempatan kita untuk masuk ke pasar global dengan potensi yang kita miliki," ujar Direktur PT YIP, Eddy Margo Ghozali.

Eddy mengatakan dengan keahlian yang telah diterima, para perajin akan mampu memproduksi barang yang sesuai dengan standar kebutuhan pasar luar negeri.

"Konsepnya memang kolaborasi antara pabrik perusahaan besar dan industri kecil untuk menjadi bagian dari mata rantai global tadi," pungkasnya. (*)

Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved