Sleman

Warga Sebut Bendung Balong Baru Kali Ini Memakan Korban Jiwa

Kawasan sekitar bendung acap kali digunakan untuk berenang dan memancing oleh warga sekitar.

Tayang:
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Alexander Ermando
Arif (baju putih menggunakan kopiah) saat melihat Bendung Balong di Desa Triharjo, Sleman pada Minggu (28/04/2019) 

Satu dari teman pelajar tersebut berteriak minta tolong ke warga tersebut.

Sanukri mengungkapkan bahwa kawasan sekitar bendung acap kali digunakan untuk berenang dan memancing oleh warga sekitar.

Sebagian besar di antaranya berusia anak-anak dan remaja.

"Seringnya yang ke situ anak laki-laki, kalau yang perempun sangat jarang," jelas Sanukri.

Hal serupa juga disampaikan oleh Arif, warga sekitar yang saat itu sedang berada di Bendung Balong.

Ia mengenang saat masih kecil, dirinya sering menghabiskan waktu luang di bendung tersebut.

Menurut Arief, perairan di sekitar bendung memiliki magnet yang menarik perhatian banyak warga untuk berenang atau sekadar kongkow.

"Tampilannya sangat menggoda bagi warga, terutama yang ingin berenang," tutur Arief.

Tribunjogja.com pun melihat kawasan tersebut memang terlihat menarik, sebab airnya berwarna kehijauan di bagian tengah.

Tepiannya pun cukup jernih dengan batu-batu yang tampak di bagian dasarnya.

Namun, keindahan tampilan bendung tersebut ternyata menyimpan bahaya.

Sebab persis di bagian kaki bendung, dasarnya mencapai kedalaman 6 meter dan tidak terlihat.

Lokasi inilah yang menurut Sanukri, menewaskan dua pelajar SD tersebut.

Mereka setidaknya tenggelam selama 15 menit sebelum akhirnya ditemukan.

Dua Anak Perempuan Korban Tenggelam di Bendung Balong Sleman Dimakamkan Siang Ini

"Apalagi mereka sama sekali tidak bisa berenang. Awalnya mereka hanya di bagian tepi, lalu mulai bergerak ke bagian tengah," ujarnya.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved