Aktifitas Gunung Merapi

Jumat, Merapi Terpantau Beberapa Kali Keluarkan Awanpanas Guguran

Pada Jumat (26/4), Gunung Merapi terpantau kembali mengalami Gempa Guguran sebanyak 10 kali pada periode 00.00-12.00 WIB.

Jumat, Merapi Terpantau Beberapa Kali Keluarkan Awanpanas Guguran
BPPTKG
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebut Gunung Merapi masih dalam status waspada Level 2, Minggu (14/4/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM - Pada Jumat (26/4), Gunung Merapi terpantau kembali mengalami Gempa Guguran sebanyak 10 kali pada periode 00.00-12.00 WIB.

Hanik Humaida, Kepala BPPTKG dalam keterangan tertulisnya menerangkan, untuk periode 00.00-06.00 WIB , Gunung Merapi mengalami gempa guguran sebanyak 5 kali dengan aplitudo 3-35 mm dan durasi 22-81 detik

Selain itu, pada periode yang sama Gunung Merapi juga terpantau mengalami gempa hembusan sebanyak sekali dengan amplitudo 5 mm durasi 21,3 detik.

"Secara visual, gunung terlihat jelas hingga kabut 0-III. Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis dan tinggi 150 m di atas puncak kawah," terangnya.

Untuk periode 06.00-12.00 WIB, Gunung Merapi terpantau mengalami gempa guguran sebanyak 5 kali dengan amplitudo 4-55 mm durasi 21.12-100.12 detik.

Tingkatkan Kesiapsiagaan PNS, Pemkab Kulon Progo Gelar Simulasi Bencana

Sementara itu, pada periode yang sama, Awanpanas guguran juga terjadi sebanyak 1 kali amplitudo 55 m dengan durasi 100.12 detik.

"Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang dan tinggi 100 m di atas puncak kawah. Dari CCTV teramati Awanpanas guguran ke Hulu kali Gendol 1x jarak luncur maksimum 850 m dan teramati guguran lava 1x jarak luncur maksimum 1000 m," terangnya.

Sampai dengan saat ini, Hanik menerangkan jika status Merapi masih Waspada (level II). Untuk itu, pihaknya masih menghimbau masyarakat untuk tetap tenang dan bisa beraktivitas seperti biasa.

Selain itu, Hanik juga meminta masyarakat agar selalu mengikuti informasi aktivitas Merapi.

"Radius 3 km dari puncak Merapi agar dikosongkan dari aktivitas penduduk. Pemerintah daerah dan masyarakat agar mengantisipasi bahaya abu vulkanik. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi," ungkapnya.(tribunjogja I siti umaiyah)

Penulis: Siti Umaiyah
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved