Jawa

Begini Kunci Sukses Desa Ponggok Klaten Bertransformasi Jadi Desa Mandiri

Ada empat hal yang digunakan untuk mencapai Desa Ponggok yang sudah mandiri seperti saat ini.

Penulis: Siti Umaiyah | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Siti Umaiyah
Peluncuran dan Bedah Buku Desa cerdas : Transformasi Kebijakan dan Pembangunan Desa Merespon Era Revolusi Industri 4.0 yang diselenggarakan di Fisipol UGM pada Selasa (23/4/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM - Di era industri 4.0, desa diharapkan bisa memanfaatkan teknologi yang ada agar tidak ketinggalan.

Keterpencilan desa bukan malah membuatnya semakin terbelakang.

Namun, dengan keterpencilan tersebut, bisa dimanfaatkan untuk menarik masyarakat untuk berkunjung dengan cara memanfaatkan teknologi dan potensi yang ada.

Ini Dia Proses Pembuatan Cilok Gajahan Alun-Alun Jogja yang Super Pedas Itu

Seperti halnya Desa Ponggok, yang ada Klaten, Jawa Tengah.

Dimana dulunya Desa Ponggok merupakan desa yang sangat tertinggal, dan pengangguran tersebar dimana-mana.

Dalam Peluncuran dan Bedah Buku Desa cerdas : Transformasi Kebijakan dan Pembangunan Desa Merespon Era Revolusi Industri 4.0 di Fisipol UGM pada Selasa (23/4/2019), Junaedi Mulyono, Kepala Desa Ponggok menjelaskan jika pada tahun 2018, Desa Ponggok bisa meraih omzet Rp 16 miliar lebih dari pemanfaatan potensi desa yang ada.

Padahal sebelumnya, warga Ponggok banyak sekali yang mengganggur dan memiliki hutang dimana-mana.

Junaedi menjelaskan untuk menjadikan Ponggok yang seperti saat ini tidaklah gampang, ada tahap-tahap yang harus dilalui.

Proses pembangunan di Ponggok sendiri diawali di tahun 2008, dimana pihaknya bekerjasama dengan KKN UGM untuk memanfaatkan teknologi yang ada, seperti halnya pengonekan data.

Menurutnya, ada empat hal yang digunakan untuk mencapai Desa Ponggok yang sudah mandiri seperti saat ini, yakni pendekatan spasial berupa tata ruang dan wilayah, sektoral berupa riil dan keuangan, pembangunan SDM yang mencakup masyarakat, Pemerintah Desa, maupun Lembaga Sosial Masyarakat dan terakhir pendekatan teknologi informasi yang mencakup pengembangan teknologi informasi dan komunikasi.

Pemdes Ponggok Bakal Tanggung Premi BPJS Ketenagakerjaan Warganya

"Untuk menuju desa yang cerdas tidaklah mudah. Kita awali dengan kerjasama dengan KKN UGM untuk mencari data real mengenai permalasahan yang ada di desa pada tahun 2008 lalu," terangnya.

Dia menuturkan, jika di Ponggok sendiri memiliki potensi air yang sangat melimpah.

Selain itu, juga ada mata air peninggalan Belanda yang dulunya hanya dimanfaatkan sebagai irigasi.

Melihat hal tersebut, mulailah pembangunan di Ponggok dengan mendorong seluruh potensi yang ada di desa, sekaligus potensi SDM yang ada dengan pendekatan gotong royong yang dimiliki.

"Ponggok saat ini menjadi rujukan untuk studi banding. Untuk pendapatan mencapai Rp 16,4 miliar pada 2018. Untuk dana desa sendiri, kita banyak gunakan untuk infrastruktur," ungkapnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved