Bisnis
Harapan Baru Warga Tlogoharjo Akses Telekomunikasi
Selama belasan tahun masuk kawasan blank spot, kini Desa Tlogoharjo bisa menikmati jaringan telekomunikasi dengan lancar.
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Ari Nugroho
Tak hanya itu, kehadiran Net 1 juga memudahkan pemerintah desa dalam membuat laporan ke tingkat atas.
"Sekarang layanan kepada masyarakat dan laporan ke vertikal menjadi lancar. Kami sangat terbantu,"ucapnya.
• Warga dan Wisatawan di Kota Yogyakarta Bisa Mengakses Internet Gratis di 100 Titik Ini
CEO Net 1 Indonesia, Larry Ridwan mengatakan di Indonesia ada sekitar 15 ribu desa yang masuk dalam kategori blank spot.
Hal itulah yang menjadi salah satu latar belakang pihaknya mengembangkan jaringan Net 1 di sejumlah wilayah di Tanah Air.
"Net 1 mencoba untuk masuk ke wilayah-wilayah blank spot,"katanya.
Dengan mengembangkan jaringan telekomunikasi di daerah blank spot, Larry mengaku, pihaknya bisa membantu masyarakat dalam berkomunikasi dengan pihak luar.
Tak hanya itu, dengan adanya jaringan telekomunikasi, nantinya perekonomian masyarakat akan berkembang.
Warga bisa memasarkan produk-produk yang dihasilkan di wilayahnya melalui internet sehingga bisa menjangkau wilayah pemasaran yang lebih luas.
"Potensi yang ada di desa luar biasa, semua butuh jaringan komunikasi," katanya.
• Menkominfo RI : Program Satelit Palapa Ring Perkuat Jaringan Internet di Indonesia
Hingga saat ini menurut Larry, pihaknya sudah memiliki mitra Net 1 sebanyak lebih kurang 3000 orang di seluruh tanah air.
Kedepan, pihaknya akan terus menambah mitra sekaligus memperluas jaringan di desa-desa terluar, terpencil dan tertinggal.
Manfaatkan Frekuensi 450 Mhz
Net 1 bukanlah pemain baru di dunia pertelekomunikasian di Indonesia.
Net 1 merupakan merek dagang dari PT Sampoerna Telekomunikasi Indonesia (STI) yang awalnya menggunakan merek dagang Ceria.
Larry mengungkapkan, dalam mengembangkan bisnis pertelekomunikasian ini, Net 1 masih mengandalkan frekuensi 450 Mhz yang dulu juga digunakan oleh Ceria.
"Kelebihan frekuensi ini jangkauannya lebih jauh,"katanya.
PT STI memilih untuk konsisten mengembangkan jaringan telekomunikasi di frekuensi 450 Mhz ini karena memang perusahaan yang bermain di sektor ini masih minim.
Sementara di Indonesia masih banyak daerah blank spot sehingga pasarnya masih sangat potensial.(TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/ceo-net-1-larry-ridwan-saat-melakukan-kunjungan-ke-desa-tlogoharjo.jpg)