Bisnis

Harapan Baru Warga Tlogoharjo Akses Telekomunikasi

Selama belasan tahun masuk kawasan blank spot, kini Desa Tlogoharjo bisa menikmati jaringan telekomunikasi dengan lancar.

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Ari Nugroho
istimewa
CEO Net 1, Larry Ridwan saat melakukan kunjungan ke desa Tlogoharjo, Wonogiri, Selasa (23/4/2019) 

TRIBUNJOGJA.COM, WONOGIRI - Secercah harapan muncul ketika Net 1 Indonesia mampu menyediakan jaringan telekomunikasi di Desa Tlogoharjo, Kecamatan Giritontro, Wonogiri, Jawa Tengah.

Selama belasan tahun masuk kawasan blank spot, kini Desa Tlogoharjo bisa menikmati jaringan telekomunikasi dengan lancar.

Warga bisa menghubungi sanak saudara dengan menggunakan telepon seluler dengan mudah. Bahkan bisa mengakses internet tanpa kendala.

Dulu, kedua hal itu tidak bisa dilakukan di tengah desa karena tidak ada sinyal jaringan telekomunikasi.

Satelit Nusantara Satu Mengorbit di Atas Papua, 25 Ribu Desa Terhubung Internet

Salah satu warga yang merasakan manfaat dari kehadiran Net 1 adalah Utomo (60).

Warga yang berprofesi sebagai pedagang ini mengaku kehadiran Net 1 menjadi jawaban atas kesulitan warga dalam mengakses jaringan telekomunikasi.

" Tidak ada sinyal sama sekali, kalau mau telepon atau SMS, harus jalan naik ke atas gunung. Kalau tidak harus pergi ke daerah lain yang ada sinyalnya,"katanya, Selasa (23/4/2019).

Tak hanya itu, dengan memanfaatkan Mifi dari Net 1, Utomo mengaku usaha warung miliknya juga semakin berkembang.

Setiap hari, di kios warungnya yang memiliki fasilitas mifi banyak didatangi oleh warga yang mengakses internet atau hanya sekadar mencari sinyal untuk komunikasi.

Kominfo GK Lakukan Koordinasi dengan Disbud Fasilitasi Internet di Situs Sokoliman

Dengan banyaknya warga yang mengakses jaringan telekomunikasi di warungnya, menurut Utomo, penghasilannya semakin meningkat.

Warga yang mengakses jaringan telekomunikasi juga membeli makanan atau sekadar minuman yang dijualnya.

Bahkan omset penjualan pulsa bisa mencapai Rp 3 juta perbulan.

"Kalau malam itu bisa belasan orang yang nongkrong( sekaligus mengakses jaringan telekomunikasi Net 1)," jelasnya.

Sementara itu Kepala Desa Tlogoharjo, Warno mengaku sejak kehadiran Net 1 di wilayahnya, layanan kepada masyarakat semakin lancar.

Saat ini warga bisa dengan mudah menghubungi sanak keluarganya yang ada di luar daerah.

Tak hanya itu, kehadiran Net 1 juga memudahkan pemerintah desa dalam membuat laporan ke tingkat atas.

"Sekarang layanan kepada masyarakat dan laporan ke vertikal menjadi lancar. Kami sangat terbantu,"ucapnya.

Warga dan Wisatawan di Kota Yogyakarta Bisa Mengakses Internet Gratis di 100 Titik Ini

CEO Net 1 Indonesia, Larry Ridwan mengatakan di Indonesia ada sekitar 15 ribu desa yang masuk dalam kategori blank spot.

Hal itulah yang menjadi salah satu latar belakang pihaknya mengembangkan jaringan Net 1 di sejumlah wilayah di Tanah Air.

"Net 1 mencoba untuk masuk ke wilayah-wilayah blank spot,"katanya.

Dengan mengembangkan jaringan telekomunikasi di daerah blank spot, Larry mengaku, pihaknya bisa membantu masyarakat dalam berkomunikasi dengan pihak luar.

Tak hanya itu, dengan adanya jaringan telekomunikasi, nantinya perekonomian masyarakat akan berkembang.

Warga bisa memasarkan produk-produk yang dihasilkan di wilayahnya melalui internet sehingga bisa menjangkau wilayah pemasaran yang lebih luas.

"Potensi yang ada di desa luar biasa, semua butuh jaringan komunikasi," katanya.

Menkominfo RI : Program Satelit Palapa Ring Perkuat Jaringan Internet di Indonesia

Hingga saat ini menurut Larry, pihaknya sudah memiliki mitra Net 1 sebanyak lebih kurang 3000 orang di seluruh tanah air.

Kedepan, pihaknya akan terus menambah mitra sekaligus memperluas jaringan di desa-desa terluar, terpencil dan tertinggal.

Manfaatkan Frekuensi 450 Mhz

Net 1 bukanlah pemain baru di dunia pertelekomunikasian di Indonesia.

Net 1 merupakan merek dagang dari PT Sampoerna Telekomunikasi Indonesia (STI) yang awalnya menggunakan merek dagang Ceria.

Larry mengungkapkan, dalam mengembangkan bisnis pertelekomunikasian ini, Net 1 masih mengandalkan frekuensi 450 Mhz yang dulu juga digunakan oleh Ceria.

"Kelebihan frekuensi ini jangkauannya lebih jauh,"katanya.

PT STI memilih untuk konsisten mengembangkan jaringan telekomunikasi di frekuensi 450 Mhz ini karena memang perusahaan yang bermain di sektor ini masih minim.

Sementara di Indonesia masih banyak daerah blank spot sehingga pasarnya masih sangat potensial.(TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved