Bisnis

Uniknya Kopi 'Jamu' Buatan Henny Dari Jawa Timur

Ia mulai banyak diundang ke berbagai kegiatan. Bahkan produknya pun sudah dipasarkan ke daerah lain.

Tayang:
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Alexander Ermando
Henny Eka bersama Kopi Tahes buatannya 

Laporan Reporter Tribun Jogja Alexander Ermando

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Bisnis kopi semakin menjadi primadona.

Tidak hanya pemain tingkat multinasional, para pemain lokal pun turut mempromosikan produk racikan kopi buatannya secara luas.

Peluang tersebut juga tidak disia-siakan oleh Henny Eka. Sebagai pecinta kopi, ia ingin menunjukkan bahwa kopi bukanlah sekedar minuman biasa.

"Saya kembangkan jadi minuman kopi berempah," kata Henny saat ditemui Tribunjogja.com beberapa waktu lalu.

Gelar Nyruput Kopi, Disperindag Sleman Beri Ilmu ke Calon Barista

Henny sekaligus ingin memperkenalkan varian kopi yang tumbuh di daerah asalnya, Jawa Timur, yaitu Robusta Dampit.

Perempuan yang aktif dalam kegiatan sosial ini aslinya berasal dari Gresik.

Henny menceritakan, di tempat asalnya ada begitu banyak kedai kopi dan sebagian besar cukup legendaris.

"Hanya saja di sana tidak ada kebun kopi," jelasnya.

Mengklaim sebagai pecinta kopi, Henny mengaku tahu proses pengolahan kopi sejak dari menanam hingga tahap roasting dan grinding.

Namun, ia ingin sajian kopi yang berbeda agar lebih menarik perhatian.

Lalu terbersitlah di benaknya untuk mengkombinasikan bubuk kopi dengan beragam rempah seperti jahe hingga purwaceng.

Henny melakukan seluruh riset secara otodidak.

Di London, Potensi Transaksi Penjualan Kopi Indonesia Capai US$ 2 Juta

"Kebetulan orangtua saya menderita penyakit komplikasi. Ketimbang obat-obatan kimia, saya coba beralih ke ramuan herbal," papar Henny.

Menurut Henny, ramuan herbal memang tidak langsung menyembuhkan penyakit, namun setidaknya bisa mengontrol.

Terbukti kondisi orangtuanya tetap terjaga setelah belasan tahun mengonsumsi minuman herbal.

Tribunjogja.com pun berkesempatan mencicipi kopi jamu berlabel "Tahes" buatan Henny.

Tahes adalah bahasa Jawa Timur yang berarti sehat.

Begitu dihirup, aroma rempah seperti jamu lamat-lamat menerpa hidung, namun tidak meninggalkan aroma kopi yang khas.

Rasa kopinya pun tergolong unik, sebab ada rasa segar dari ramuan herbal tersebut.

Kopi "Tahes" buatan Henny rupanya langsung menarik perhatian para juri Festival Kopi Jawa Timur di 2018. Hebatnya, ia justru menjadi pemenang utama.

Nella Kharisma Belajar Membuat Secangkir Kopi, Tak Sengaja Salah Pegang Hingga Kepanasan

"Padahal di sana pesertanya punya kebun kopi sendiri, sedangkan saya tidak," paparnya.

Berkat festival tersebut, kopi buatannya semakin dikenal.

Ia mulai banyak diundang ke berbagai kegiatan. Bahkan produknya pun sudah dipasarkan ke daerah lain.

Henny mengatakan produknya sudah diterima di Banten, Jawa Barat, dan termasuk DIY. Kopi tersebut juga berhasil menembus pasar Kalimantan.

"Per kemasan saya jual dalam bentuk bubuk dengan harga Rp 30 ribu sampai Rp 35 ribu. Kalau ke Kalimantan bisa sampai Rp 50 ribu karena ongkos kirim," jelas ibu rumah tangga ini.

Ke depan, Henny akan memproses sertifikasi BPOM serta kehalalannya. Proses tersebut perlu dilakukan sebab produknya dianggap berpotensi menembus pasar internasional.

Lewat produk ini pula, Henny ingin menunjukkan bahwa minum kopi tidak melulu berdampak negatif.

"Memang edukasinya sulit, tapi untungnya sejauh ini respon banyak yang positif," kata Henny.(TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved