Bisnis
Uniknya Kopi 'Jamu' Buatan Henny Dari Jawa Timur
Ia mulai banyak diundang ke berbagai kegiatan. Bahkan produknya pun sudah dipasarkan ke daerah lain.
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Ari Nugroho
Terbukti kondisi orangtuanya tetap terjaga setelah belasan tahun mengonsumsi minuman herbal.
Tribunjogja.com pun berkesempatan mencicipi kopi jamu berlabel "Tahes" buatan Henny.
Tahes adalah bahasa Jawa Timur yang berarti sehat.
Begitu dihirup, aroma rempah seperti jamu lamat-lamat menerpa hidung, namun tidak meninggalkan aroma kopi yang khas.
Rasa kopinya pun tergolong unik, sebab ada rasa segar dari ramuan herbal tersebut.
Kopi "Tahes" buatan Henny rupanya langsung menarik perhatian para juri Festival Kopi Jawa Timur di 2018. Hebatnya, ia justru menjadi pemenang utama.
• Nella Kharisma Belajar Membuat Secangkir Kopi, Tak Sengaja Salah Pegang Hingga Kepanasan
"Padahal di sana pesertanya punya kebun kopi sendiri, sedangkan saya tidak," paparnya.
Berkat festival tersebut, kopi buatannya semakin dikenal.
Ia mulai banyak diundang ke berbagai kegiatan. Bahkan produknya pun sudah dipasarkan ke daerah lain.
Henny mengatakan produknya sudah diterima di Banten, Jawa Barat, dan termasuk DIY. Kopi tersebut juga berhasil menembus pasar Kalimantan.
"Per kemasan saya jual dalam bentuk bubuk dengan harga Rp 30 ribu sampai Rp 35 ribu. Kalau ke Kalimantan bisa sampai Rp 50 ribu karena ongkos kirim," jelas ibu rumah tangga ini.
Ke depan, Henny akan memproses sertifikasi BPOM serta kehalalannya. Proses tersebut perlu dilakukan sebab produknya dianggap berpotensi menembus pasar internasional.
Lewat produk ini pula, Henny ingin menunjukkan bahwa minum kopi tidak melulu berdampak negatif.
"Memang edukasinya sulit, tapi untungnya sejauh ini respon banyak yang positif," kata Henny.(TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/henny-eka-bersama-kopi-tahes-buatannya.jpg)