Seorang Karyawan Layangkan Gugatan Karena Selalu Dikentutin Setiap Hari

Dalam persidangan terungkap bahwa insinyur yang berusia 56 tahun ini mengunggat mantan bosnya, karena selama bekerja dengannya ia selalu dikentutin

Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Mona Kriesdinar
internet
ilustrasi 

Seorang Karyawan Layangkan Gugatan Karena Selalu Dikentutin Setiap Hari

TRIBUNJOGJA.com - Seorang karyawan yang bekerja di perusahaan konstruksi di Australia, David Hingst melayangkan gugatan terhadap bos dan rekan kerjanya yang dinilai telah melecehkannya. Pelecehan itu juga dinilainya sebagai bentuk tindakan bullying dan intimidasi.

Dalam persidangan terungkap bahwa insinyur yang berusia 56 tahun ini mengunggat mantan bosnya, karena selama bekerja dengannya ia selalu dikentutin setiap hari. Bosnya itu ia anggap telah melakukan pembiaran rekan kerjanya untuk melakukan pelecehan setiap hari.

Efek Negatif Jika Anda Sering Menahan Kentut

Gugatan itu dilayangkan pada tahun 2017 dengan nilai tuntutan ganti rugi mencapai 1,28 juta dolar.

Selama persidangan, Hingst, yang memilih untuk mewakili dirinya sendiri, mengklaim bahwa mantan rekannya di perusahaan itu, Greg Short, adalah seorang tukang kentut yang tak memiliki etika.

Insinyur itu mengatakan kepada Hakim Rita Zammit bahwa Short akan datang ke ruangannya yang kecil dan tidak berjendela kemudian kentut beberapa kali sehari. Inilah yang disebutkannya menyebabkan ia mengalami tekanan psikologis yang serius.

Jangan Disepelekan, Kentut Bisa Jadi Petunjuk Kesehatan Tubuhmu

Setelah mendengar kesaksian dari kedua belah pihak, hakim memutuskan bahwa ini bukan bullying dan pengadilan pun menolak kasus tersebut. Namun, Hingst baru-baru ini mengajukan banding atas keputusan tersebut, mengklaim bahwa ia tidak mendapatkan keadilan.

"Saya akan duduk dengan wajah menghadap ke dinding dan dia akan masuk ke ruangan, yang kecil dan tidak memiliki jendela," kata David Hingst kepada Australian Associated Press setelah sidangnya di Pengadilan Banding, Senin.

Kentut Bau Tidak Sedap? Hati-hati Mungkin Ini Penyebabnya

“Dia akan kentut di belakangku dan pergi. Dia akan melakukan ini lima atau enam kali sehari," tambahnya sebagaimana dikutip dari Oddity Central, Sabtu (13/4/2019).

Dia menambahkan bahwa tindakan itu merupakan bagian dari intimidasi supaya dirinya tidak betah di kantor dan supaya mengundurkan diri dengan sendirinya.

Adapun selama persidangan pertama, Greg Short beralasan bahwa kentut itu tidak dimaksudkan untuk membuat rekannya itu susah.

Berbahagialah Kamu yang Sering Mencium Kentut Sendiri, Penelitian Ini Mengungkap Alasannya

Sementara selama sidang banding baru-baru ini, Hingst bersikeras bahwa perilaku mantan atasannya adalah bagian dari konspirasi untuk menyebabkan dia kehilangan pekerjaannya, dan mengeluh bahwa itu telah menyebabkan dia "stres berat".

Ia juga menuding hakim telah berbuat tidak adil dan mengambil keputusan bias terhadapnya.

Sementara itu, Hakim Phillip Priest, dari Pengadilan Banding Australia, tidak setuju dengan klaim Hingst, dengan mengatakan bahwa menurut pendapatnya, Hakim Zammit telah menunjukkan kinerja yang baik selama proses persidangan 18 hari.

5 Paduan Makanan Ini Ternyata Bikin Kamu Sering Kentut

Menurut dia, klaim bahwa kentut itu merupakan bentuk intimidasi sangat kecil. Apalagi dalam sebuah artikel yang dibuat tahun lalu menyatakan bahwa akar permasalahannya bukanlah kentut melainkan Hingst sakit hati akibat dipecat dari pekerjaannya.

Hingst, dilaporkan telah mengakui bahwa seandainya dia tidak kehilangan pekerjaannya, maka tuntutan itu sebenarnya tidak ada.

Hakim Zammit menemukan bahwa pemecatan Hingst-lah yang membuatnya kembali melayangkan gugatan dengan dalih masalah kentut. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved