Melihat Tempat Pemakaman bagi Hewan Kesayangan

Untuk bisa menguburkan hewan peliharaan di sini, pemilik harus membayar minimbal Rp 400.000 lalu setiap tahun ada biaya perawatan Rp 75.000

Editor: iwanoganapriansyah
Kompas.com/Kristianto Purnomo
Pusara di makam satwa di komplek Taman Makam Satwa Pondok Pengayom Satwa Ragunan Jakarta Selatan 

TRIBUNJOGJA.COM - “Nyolong McD-nya Ibu, nyolong donut, nyolong roti tawar ... Nyolong hati kita. Jojo (2006-2015). Sahabat, keluarga, see you in heaven buddy,” demikian kalimat yang tertulis dalam batu nisan berukuran mungil.

“Innalilahi wa innailaihi rajiun. Unyil. Thanks for guarding our family. Love, bunda & K’Sheba,”  kalimat yang tertulis di nisan lainnya disertai foto seekor anjing yang tampak menggemaskan.

Kalimat-kalimat terebut tentunya tak lazim ditemui di nisan-nisan pada umumnya. Namun kalimat-kalimat semacam itu terpahat di ratusan makam satwa di kompleks Taman Makam Satwa Pondok Pengayom Satwa di kawasan Ragunan, Jakarta Selatan.

Baca: Akhirnya, Indonesia Kuasai Pasar Ikan Tuna Terbesar Dunia

Tak hanya kalimat-kalimatnya, sebagian batu nisan di taman makam ini juga memiliki bentuk yang tak kalah unik. Mulai dari bentuk kepala kelinci, bulat, hingga dihiasi foto hewan peliharaan yang terkubur di makam tersebut.

Menurut Tukidjo, ada sekitar 700 makam yang ada di komplek taman makam ini.

“Untuk bisa menguburkan hewan peliharaan di sini, pemilik harus membayar minimbal Rp 400.000 lalu setiap tahun ada biaya perawatan Rp 75.000,” kata Tukidjo.

Melalui proses pemakaman yang layak ini, pemilik menunjukkan rasa cintanya pada hewan-hewan peliharaannya.

Kremasi Hewan

Seorang wanita muda terlihat membawa kantong besar bermotif bunga ke Pondok Pengayom Satwa, Ragunan, Jakarta Selatan.

Ia terus menundukkan kepalanya seperti tengah menyembunyikan matanya yang merah dan wajahnya yang sedih.

Ia berdiri di depan loket administrasi cukup lama. Sari, seorang petugas Pondok Pengayom Satwa menyebut, wanita bernama Priska tersebut tengah mengurus administrasi untuk proses kremasi anjing peliharaannya yang baru saja mati.

Tak lama kemudian seorang petugas meminta kantong besar bermotif bunga yang ternyata berisi jasad anjing mungil bernama Merry.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved