Bunga Telang, Si Biru yang Enak Dipandang dan Disantap
Bunga Telang atau yang memiliki nama latin Clitoria ternatea menyeruak ke permukaan baru-baru ini.
Penulis: Kurniatul Hidayah | Editor: Muhammad Fatoni
Dalam sehari, tanaman tersebut mampu menghasilkan bunga hingga 300 biji.
Sayang bila dibiarkan begitu saja, Ratih pun memiliki ide untuk memanen bunga yang memiliki usia pendek sebelum akhirnya menjadi biji tersebut.
Ia pun mencoba mencari tahu tentang Bunga Telang melalui internet. Hasilnya sama sekali tidak mengecewakan. Matanya terbuka, khasanah keilmuan terkait Bunga Telang sontak membuatnya bergerak seketika itu juga.
"Manfaat Bunga Telang ada banyak. Di antaranya antioksidan, membantu detoksifikasi, baik untuk kesehatan mata, dan sebagainya," bebernya.
Langkah pertama yang ia lakukan adalah mulai mengeringkan bunga tersebut di bawah terik sinar matahari. Namun, bukan asal menjemur ternyata.
Bunga Telang ketika menindih satu sama lain tidak bisa kering sempurna dan justru memicu tumbuhnya jamur.
"Jadi jemurnya harus ditata satu-satu. Dan mereka itu keringnya nggak bersamaan. Jadi harus telaten," ungkapnya lantas tertawa.
Tak berhenti di sana, ia pun mengemas Bunga Telang dalam plastik kedap udara. Berbeda dengan kebanyakan orang yang memilih menggunakan metode pengikuran berat dengan menimbang, Ratih memilih untuk menghitung satu per satu dan memastikan jumlah dalam satu kemasan tersebut berjumlah sama.
"Karena kalau ditimbang, jumlah bunganya beda-beda. Jadi saya hitung satu-satu," ungkapnya.
Bunga Telang yang telah dikeringkan tersebut, lanjutnya, bisa diseduh seperti membuat teh. Hanya saja tidak ada rasa di dalamnya. Maka ia menyarankan untuk penyajian Teh Bunga Telang ditambahkan dengan berbagai komponen lain misalkan gula dan rempah-rempah.
"Lalu selain untuk teh, karena warnanya bagus, bisa untuk pewarna makanan lain agar menarik tapi aman. Bisa buat puding dan nasi biru. Pudingnya pakai bahan-bahan biasa kalau pakai puding. Sementara nasi biru sama kayak nasi kuning cuma ini pakai Telang jadinya biru," bebernya.
Selama ini, pemasaran Bunga Telang yang ia lakukan masih sangat sederhana. Belum merambah bisnis online dan masih mengandalkan pembeli yang datang ke rumahnya, maupun mengikuti pameran seperti saat Tribun Jogja menghampirinya di Kompleks Balaikota belum lama ini.
Selain menjual Bunga Telang kering dan olahan makanan menggunakan bahan Bunga Telang, Ratih juga menyediakan bibit tanaman yang dikemas dalam plastik kedap udara. Bibit tersebut telah kering dan siap untuk ditanam di media tanah, bisa si pot, pekarangan, maupun seperti dirinya yakni di polibek.
"Tanaman ini termasuk yang mudah tumbuh. Lalu juga berkembang biak dengan cepat. Kalau kelamaan tidak dipanen bunganya, maka nanti jadi biji. Biji itulah yang ditanam," bebernya wanita berusia 60 tahun tersebut.(Kurniatul Hidayah)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/bunga-telang.jpg)