Kota Yogya
TOD Terminal Giwangan Masih Wacana
Gagasan menjadikan Terminal Giwangan sebagai Transit Oriented Development (TOD) masih sebatas wacana.
Penulis: Kurniatul Hidayah | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, Windarto menjelaskan bahwa gagasan menjadikan Terminal Giwangan sebagai Transit Oriented Development (TOD) masih sebatas wacana.
Pasalnya Terminal tipe A tersebut masih berstatus pinjam pakai oleh pemerintah pusat.
"Kalau masih terminal reguler, meski yang ada di sana AKAP dan AKDP, bus pariwisata tidak boleh masuk," jelasnya pada Tribunjogja.com, Jumat (29/3/2019).
Baca: 8 Langkah Mudah Quick and Fresh Make Up Look dari Emina Cosmetics
TOD sendiri merupakan upaya Pemerintah Kota Yogyakarta untuk dapat menekan kemacetan di Kota Yogyakarta.
Pasalnya dengan adanya TOD, maka masyarakat hingga wisatawan di Kota Yogyakarta diharapkan beralih moda transportasi ke transportasi massal yakni Trans Jogja.
"Sebenarnya Terminal Giwangan dari sisi luasan, dapat menampung banyak bus pariwisata. Cuma karena masih digunakan reguler dan pintu keluarnya harus sesuai trayek jadi belum bisa untuk itu," ucapnya.
Sementara itu, TOD Lempuyangan dirasa memungkinkan untuk direalisasikan.
Selain karena berada di lokasi strategis, Windarto juga mengatakan bahwa nantinya TOD Lempuyangan bisa terkoneksi dengan kawasan Kridosono.
Baca: Pengembangan TOD Lempuyangan Berdampak pada Manajemen Lalu Lintas
"Kridosono bisa jadi main transit Trans Jogja dan Lempuyangan dengan keretanya," bebernya.
Ia mengatakan bahwa keberadaan bus besar yang masuk di Kota Yogyakarta tak dapat dipungkiri memberikan kontribusi pada kemacetan.
Pasalnya daya tampung tempat parkir terbatas dan beberapa bus memilih parkir di badan jalan dan membuat macet.
"Kalau nanti bus pariwisata bisa parkir di tepi kota, dan hanya bisa ngedrop penumpang di Senopati dan Ngabean, kemacetan akan berkurang," terangnya.
Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi menjelaskan bila sudah ada kejelasan terkait Terminal Giwangan, maka diharapkan nantinya bus besar, dalam hal ini bus pariwisata, akan masuk ke sana.
Baca: Operator Trans Jogja Segarkan Tampilan Bus
Selanjutnya Kota Yogyakarta memiliki beberapa TOD di berbagai titik agar tidak terjadi penumpukan bus besar di jalan seperti yang sering terlihat, khusunya saat musim liburan tiba.
"Kalau ini terealisasi, maka membuat jalanan Kota Yogyakarta pada kondisi hari biasa maupun akhir pekan tidak macet," ujarnya.
Ketika seluruh TOD nantinya bisa beroperasi, maka wisatawan dengan bus besar hanya perlu naik Trans Jogja untuk mencapai pusat kota sekaligus berkeliling Kota Yogyakarta.
"Harganya juga sangat terjangkau, yakni sekitar Rp 3.500 sudah bisa berkeliling," tambahnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/tak-terimbasbagasi-pesawat-bertarifjumlah-penumpang-di-terminal-giwangan-masih-stabil.jpg)