Kriminal

Kisah Pencuri Gabah yang Kondang Kesaktianya, Pas Hari Nahas Langsung Lemes Sekali Pukul

Gemplo merupakan pencuri gabah yang dikenal sakti. Gemplo bahkan tak segan mengambil gabah terang-terangan di depan petani pemilik gabah

Editor: Iwan Al Khasni
surya/doni prasetyo
Katimun alias Gemplo (40) warga Dusun Grumbul Malang RT01/RW2, Desa Pupus, Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan, ini residivis pencurian spesialis gabah, yang selama ini dikenal "sakti", namun bertekuk lutut juga saat ditangkap Polisi Sektor Lembeyan, Resor Magetan. 

TRIBUNjogja.com MAGETAN ----- Katimun alias Gemplo (49) warga Dusun Grumbul Malang, Desa Pupus, Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan, sejak lama meresahkan warga,
khususnya petani di wilayah Kabupaten Magetan.

Gemplo merupakan pencuri gabah yang dikenal sakti.

Gemplo bahkan tak segan mengambil gabah terang-terangan di depan petani pemilik gabah.

Namun, hari itu kemungkinan pas naasnya.

Warga yang semula segan akhirnya berani menangkap dan menyerahkan ke Polisi.

"Pelaku ini tidak takut mengambil gabah milik petani langsung ke rumah,"

"Malah kadang menyuruh korban (petani pemilik gabah) minta tolong ke warga atau teriak ada rampok atau maling. Tapi saya seperti tidak berani," kata Mbok Mini (60),
korban warga Dusun Banjarejo, Desa Dukuh, Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan, kepada Polisi, Jumat (29/3/2019).

Menurut Mbok Mini, Gemplo bukan hanya sekali ini ditangkap warga melakukan pencurian gabah.

Sebelumnya, Gemplo pernah ditangkap dan dijebloskan ke penjara juga kerena mencuri puluhan kuintal gabah ke desa setempat.

"Pelaku ini spesialis pencuri gabah, dan dia konon kondang sakti. Terbukti waktu tertangkap massa, kepalanya dikepruk pakai batu, tidak apa-apa, tidak luka sedikit
pun," jelas Mbah Mini.

Saat ditangkap, kata Mbok Mini, tersangka Gemplo ini sedang mencuri empat karung warna putih berisi gabah, di rumah Supriyono (47) warga Dusun Banjarejo, Desa Dukuh,
Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan.

"Awalnya warga segan menangkap Gemblo, tapi lama-lama berani,"

"Ternyata Gemplo tidak ada apa-apanya hanya gertak sambel. Waktu ditangkap, Gemplo malah terlihat lemes, padahal hanya dipukul oleh satu orang," kata Mbah Mini.

Kapolsek Lembeyan AKP Suyatni SH, membenarkan pelaku pencurian spesialisasi gabah itu residivis, dan baru keluar dari penjara.

"Setelah mendapat informasi, ada pelaku pencurian gabah, anggota Polsek Lembeyan melakukan pengecekan,"

Katimun alias Gemplo (40) warga Dusun Grumbul Malang RT01/RW2, Desa Pupus, Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan, ini residivis pencurian spesialis gabah, yang selama ini dikenal
Katimun alias Gemplo (40) warga Dusun Grumbul Malang RT01/RW2, Desa Pupus, Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan, ini residivis pencurian spesialis gabah, yang selama ini dikenal "sakti", namun bertekuk lutut juga saat ditangkap Polisi Sektor Lembeyan, Resor Magetan. (surya/doni prasetyo)

Baca: Posong Temanggung, Tempat Wisata Alam Alternatif Menikmati Golden Sunrise

Baca: Kisah Pria yang Hilang Misterius Selama 12 Tahun Ditemukan di Pinggir Telaga

Baca: Tampang Pelaku Pembunuhan Melinda Zidemi, Bermula Menaruh Hati Kemudian Sakit Hati

Baca: 5 Lokasi Foto Prewedding Paling Ikonik hingga Jadi Incaran Fotografer di Yogyakarta

"Benar ada warga yang melapor kehilangan empat sak gabah, kemudian anggota Polsek Lembeyan memburu pelaku,"

Halaman
12
Sumber: Surya
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved