Benar-benar Sarang Ular! Pulau Terlarang Jadi Rumah Bagi Ribuan Ular Paling Mematikan di Dunia

Ilha da Queimada Grande berada di lepas pantai Brasil di Samudera Atlantik. Sekitar 90 mil dari Pantai Sao Paulo.

Benar-benar Sarang Ular! Pulau Terlarang Jadi Rumah Bagi Ribuan Ular Paling Mematikan di Dunia
Pulau Ular, Ilha da Queimada Grande 

TRIBUNJOGJA.com - Pulau ini sebenarnya indah, tapi jangan coba-coba Anda mengunjunginya terutama jika Anda takut ular. Wajar saja, pulau bernama Ilha da Queimada Grande ini memang benar-benar sarang ular!

Otoritas setempat bahkan melarang wisatawan datang ke pulau ini lantaran berisi ribuan jenis ular paling mematikan di dunia.

Adapun pulau ini berada di lepas pantai Brasil di Samudera Atlantik. Sekitar 90 mil dari Pantai Sao Paulo.

(Baca: Saat Perut Piton Robek Tertusuk Duri Landak yang Dimangsanya)

Pulau yang berada di bawah pengelolaan Kota Peru di Negara Bagian Sao Paulo tersebut memiliki kontur yang lengkap. Mulai dari batuan karang, hutan hujan, bukit dan kawasan pantai.

Pulau Ular, Ilha da Queimada Grande_1
Pulau Ular, Ilha da Queimada Grande

Tempat inilah yang merupakan pulau bagi Ular Viper Emas yang sudah terancam punah. Dan rumah bagi sekitar 4000 ular paling berbisa di seluruh dunia. Ular Viper sendiri mampu membunuh seseorang hanya dalam waktu kurang dari satu jam.

Banyak rumor yang beredar tentang betapa bahayanya pulau ini.

(Baca: Hati-hati, Ini 7 Lokasi Favorit Persembunyian Ular di Rumah)

Semisal kisah tentang seorang nelayan yang terdampar di pulau tersebut. Ia masuk ke hutan untuk mencari pisang untuk dimakan. Namun, beberapa hari kemudian nelayan malang ini ditemukan mati dalam genangan darah di perahunya dengan luka bekas gigitan ular di sekujur tubuh.

Sementara itu, dalam kurun waktu tahun 1909 hingga 1920-an, beberapa orang memang pernah mendiami pulau ini untuk mengelola mercusuar. Namun menurut cerita penjaga mercusuar terakhir bersama dengan seluruh keluarganya ditemukan mati setelah kawanan ular merayap masuk ke rumahnya melalui jendela.

Beberapa orang mengklaim bahwa ular-ular ini sengaja ditempatkan oleh bajak laut untuk melindungi harta rampasan yang disembunyikan di pulau ini. Nyatanya, populasi ular di pulau itu berevolusi selama ribuan tahun tanpa campur tangan manusia.

(Baca: Ular Piton Pun Kalah Besar dengan Monster Ular yang Satu Ini)

Halaman
12
Penulis: mon
Editor: mon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved