Mengapa Bulan Berwarna Merah Saat Gerhana Blood Moon?

Mengapa Bulan bisa tampak merah saat gerhana?, mari kita bahas lebih dalam dari sisi astronomi menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
TribunJogja/Setya Krisna Sumargo
Mengapa Bulan bisa tampak merah saat gerhana?, 

TRIBUNJOGJA.COM - Gerhana bulan merupakan salah satu fenomena astronomi yang paling sering ditunggu masyarakat.

Tidak hanya karena jarang terjadi, tetapi juga karena tampilannya yang menakjubkan.

Di antara jenis gerhana bulan, gerhana bulan total sering kali mencuri perhatian karena Bulan tampak berubah warna menjadi merah menyala fenomena ini populer disebut blood moon.

Pertanyaannya, mengapa Bulan bisa tampak merah saat gerhana?

Untuk memahami hal ini, mari kita bahas lebih dalam dari sisi astronomi menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan juga faktor-faktor yang memengaruhi keindahan fenomena tersebut.

Bagaimana Proses Gerhana Bulan Terjadi?

Gerhana bulan terjadi ketika Bumi berada tepat di antara Matahari dan Bulan.

Posisi ini membuat cahaya Matahari yang biasanya menerangi permukaan Bulan terhalang oleh Bumi, sehingga bayangan Bumi menutupi Bulan.

Ada tiga jenis utama gerhana bulan:

 1. Gerhana Bulan Penumbra – Bulan hanya masuk ke bayangan luar (penumbra) Bumi, sehingga perubahannya sangat samar.

 2. Gerhana Bulan Sebagian – Hanya sebagian Bulan yang masuk ke bayangan inti (umbra) Bumi, sehingga terlihat seperti “tergigit”.

 3. Gerhana Bulan Total – Bulan sepenuhnya berada di dalam umbra Bumi, yang menyebabkan fenomena blood moon.

Meskipun Bulan tertutup bayangan Bumi, ia tidak menjadi gelap total.

Sebaliknya, ia berpendar dengan warna merah atau oranye yang dramatis.

Peran Atmosfer Bumi

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved