Hadapi Revolusi Industri 4.0, Kominfo RI Targetkan 'Merdeka Sinyal' di Semua Daerah Tahun 2020

Hal tersebut menjadi angin segar bagi para pebisnis, atau pengusaha online tanah air.

Hadapi Revolusi Industri 4.0, Kominfo RI Targetkan 'Merdeka Sinyal' di Semua Daerah Tahun 2020
Tribun Jogja/ Azka Ramadhan
Seminar Merajut Nusantara, Kesiapan Masyarakat dan Dunia Usaha Menghadapi Revolusi Industri 4.0, di Yogyakarta, Sabtu (23/3/19). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI siap memeratakan layanan internet untuk seluruh kawasan Indonesia, tahun 2020 mendatang.

Hal tersebut menjadi angin segar bagi para pebisnis, atau pengusaha online tanah air.

Melalui Badan Aksebilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI), infrastruktur pendukung, salah satunya lewat program Palapa Ring, akan selesai tahun ini.

Sehingga, pada 2020 nanti, target merdeka sinyal untuk semua daerah, bisa terealisasikan.

Kepala Divisi Layanan TI BAKTI Kominfo RI, Yulis Widya Marfiah, menjelaskan Palapa Ring merupakan proyek strategis nasional.

Bersama dengan Telkom, pihaknya menghubungkan jaringan eksisting lebih kurang  di 514 Kota dan Kabupaten.

"Nah, itu diharapkan bisa rampung sesuai target di semester satu, atau bulan Juli. Secara infrastruktur, sudah selesai semua, terutama untuk wilayah timur," katanya, di sela Seminar Merajut Nusantara, Kesiapan Masyarakat dan Dunia Usaha Menghadapi Revolusi Industri 4.0, di Yogyakarta, Sabtu (23/3/19).

Terkait infrastruktur, lanjutnya, BAKTI Kominfo RI juga turut berkontribusi dalam pembangunan BTS. Namun, pihaknya memang fokus di daerah tertinggal, terdepan dan terluar.

Pasalnya, masalah pendanaan tidak akan cukup andai tidak dibatasi.

"Akhirnya kita prioritaskan pembangnan di daerah 3T itu ya. Kalau di kawasan perkotaan yang blankspot, itu sejatinya merupakan tanggung jawab operator, mereka harusnya hadir di sana," cetusnya.

Anggota DPR RI, Sukamta, yang hadir sebagai pembicara dalam agenda ini mengatakan, anak-anak muda masa kini, termasuk di Yogyakarta, telah menyesuaikan dengan apa yang diwacanakan dalam Revolusi Industri 4.0.

"Di Yogyakarta ini, anak muda, orangtuanya tanya, kok kamu nggak kerja. Ini pikiran orang analog, main handohone, main laptop, malam keluar kafe. Ternyata, waktu bisnis disesuaikan denhan waktu Eropa dan Amerika, nggak ketahuan," katanya

Praktis, seandainya tidak bisa mengimbangi ritme dalam Revolusi Industri 4.0, para pebisnis terancam gulung tikar, seperti yang terjadi pada sejumlah toko konvensial dewasa ini.

Pasalnya, pebisnis sekarang haruslah mengandalkan online. (*)

 

Penulis: aka
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved