Bisnis

Startup Ini Mengubah Limbah Menjadi Bahan Bangunan

Kurang lebih 15 brand akan berkolaborasi dengan Mycotech dan membuat 30–40 jenis produk berbahan limbah agrikultur dan miselium.

Editor: Ari Nugroho
IST via Kontan.co.id
Startup Mycotech 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Upaya untuk menjaga kelestarian lingkungan juga menjadi satu dari beberapa fokus usaha startup, misalnya dengan usaha pengolahan limbah.

Start up yang fokus mengolah limbah industri ini bernama Mycotech.

Ronaldiaz, salah satu Co-founder Mycotech menceritakan, ide mengolah limbah ini muncul saat ia melihat proses pembuatan tempe.

Karena itu ia berkeinginan menciptakan bahan material baru yang ramah lingkungan.

"Selama ini industri banyak menggunakan unsustainable material yang sifatnya tidak berkelanjutan. Kami berpikir untuk menciptakan material yang bersifat berkelanjutan," ujarnya kepada KONTAN.

Baca: Keren, Petugas Kebersihan Bikin Gazebo dari Limbah Botol Plastik

Usaha ini, kata dia, antara lain terinspirasi oleh proses pembuatan tempe hasil fermentasi kedelai.

Dia pun terpikir untuk mengolah limbah agrikultur dengan metode yang sama.

Tahun 2016, Mycotech memulai proyek prototipe bekerja sama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Mereka meracik material baru berbahan dasar limbah.

Tak puas hanya dengan membuat prototipe, Mycotech telah berhasil mengembangkan skala produksinya menjadi semi-mass production.

Kini limbah-limbah agrikultur tersebut sudah berhasil diubah menjadi 1.000 square feet kulit dan 2.000 square feet papan setiap bulannya.

Baca: Kota Yogyakarta Dinilai Butuh Perwal Larangan Buang Limbah Toilet ke Sungai

Untuk membuat produknya, Mycotech menjalin kerja sama dengan petani jamur di daerah Bandung.

Pihak Mycotech memberikan bibit dan setelah satu bulan fase inkubasi, jamur tersebut dipanen dan dibeli dari para petani.

Jamur yang sudah jadi tersebut kemudian masuk ke proses berikutnya, yaitu pembuatan material yang memerlukan waktu 7–14 hari.

Proses ini menggabungkan jamur dengan limbah agrikultur ke dalam wadah cetakan, jamur nantinya akan mengikuti bentuk cetakan.

Sumber: Kontan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved