Yogyakarta

Pakar Geologi UGM : Potensi Longsor dan Banjir Masih Ada Ketika Curah Hujan Tinggi

Pakar Geologi UGM : Potensi Longsor dan Banjir Masih Ada Ketika Curah Hujan Tinggi

Pakar Geologi UGM : Potensi Longsor dan Banjir Masih Ada Ketika Curah Hujan Tinggi
Tribunjogja.com/ Ahmad Syarifudin
Pencarian korban tanah longsor hari kedua di Kedung Buweng, Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul. 

TRIBUNJOGJA.COM -  Curah hujan yang tinggi, lebih dari 100 mm/hari menjadi penyebab utama adanya banjir dan longsor di Imogiri pada Minggu (17/3/2019)

Pakar Geologi UGM, Wahyu Wilopo, dalam jumpa pers yang dilakukan Kamis (21/3/2019) menyebutkan, berdasarkan data dari BMKG, curah hujan yang terjadi pada Minggu (17/3/2019) lebih dari 100/hari, yakni sampai dengan 148/hari. 

Hal itulah  yang menjadi pemicu terjadinya longsor dan banjir di Imogiri.

"Saya kira hujan yang sangat tinggi sekali, menyebabkan banyak kejadian longsor. Tidak hanya di Imogiri, tapi kejadian longsor yang ada di Jawa hampir semuanya karena curah hujan lebih dari 100 mm/hari," ungkapnya.

Baca: BPBD Gunungkidul : Warga di Daerah Rawan Bencana Diimbau Waspadai Dampak Siklon Veronica

Selain curah hujan yang tinggi, kondisi alam yang rentan juga menjadi salah satu pemicu.

Jika dilihat longsor yang ada di Imogiri, sebagian besar memiliki lereng yang terjal, selain itu bagian yang ada juga banyak yang mengalami pelapukan. Hal tersebut, juga menjadi menyebabkan longsor  terjadi bukan hanya pada satu titik, tapi beberapa titik.

"Di Imogiri sebagian besar berlereng terjal, kemudian batuan sudah mengalami pelapukan. Ini sangat rentan terhadap longsor. Makanya yang terjadi di sana tidak hanya terjadi pada  satu titik, tapi hampir beberapa titik," ungkapnya.

Baca: Lokasi Longsor di Makam Raja Imogiri Ditutup Terpal, Butuh 220 Lembar, Dijahit Oleh 70 Relawan

Wahyu juga menerangkan kondisi tanah yang ada juga berpengaruh, dimana tanah yang ada di Imogiri mengandung lempung.

Tanah yang mengandung lempung ini mudah menyerap air dan  swelling, sehingga dia mudah untuk tergelincir

Sementara untuk longsor di Kompleks Pemakaman Raja-raja secara umum memiliki gerakan tanah dengan karakteristik tipe luncuran. Gerakan tanah ini merupakan longsor dengan bidang luncur yang berbentuk kurva melengkung.(tribunjogja)

Penulis: Siti Umaiyah
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved