Jawa
Universitas Diponegoro Belajar Pembangunan Wilayah dan Kota di Kota Magelang
Para mahasiswa akan melakukan tugas studio perencanaan dengan mengambil fokus Kota dan Kabupaten Magelang.
Penulis: Rendika Ferri K | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K
TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Puluhan mahasiswa Magister Pembangunan Wilayah dan Kota (MPWK), Universitas Diponegoro Semarang bertemu dengan Walikota Magelang Sigit Widyonindito di Rumah Dinas Walikota Magelang, Senin (18/3/2019).
Mereka hendak melaksanakan kegiatan survei studio mahasiswa tentang pengelolaan wilayah dan tata kota di Kota Magelang dan Kabupaten Magelang.
Mereka juga mempelajari pembangunan wilayah dan kota Magelang yang dinilai telah cukup berhasil.
Baca: BUMN Sediakan Program Magang untuk 9.000 Mahasiswa Se-Indonesia
Baca: On Trend: 6 Gaya Mix and Match Koleksi Terbaru Gaudi Clothing
"Kami menyambut dengan gembira kedatangan dari rombongan Undip Semarang. Kehormatan luar biasa bagi Kota Magelang karena dipilih, dilihat dan dikaji mahasiswa. Yang jelas semua mahasiswa pasti menjalani, tidak usah menunda pekerjaan," ujar Walikota Magelang, Sigit Widyonindito, menyambut para mahasiswa.
Sigit mengatakan, banyak kebijakan yang telah dikeluarkannya dalam pengelolaan wilayah dan tata kota di Kota Magelang.
Seperti pembangunan area khusus (zoning) berjualan para pedagang kaki lima (PKL).
Kemudian pembangunan Pendopo Pengabdian, pembangunan kembali pasar rakyat Rejowinangun yang terbakar tahun 2008 silam, hingga branding Kota Sejuta Bunga.
"Awal menjabat jadi walikota saya ditinggali pasar Rejowinganun yang terbakar, banyak yang sedih, jatuh miskin, sampai sakit jiwa. Tapi sekarang sudah berdiri kembali lebih bagus, dengan kemampuan APBD Kota Magelang," katanya.
Baca: Jaga Ketertiban Umum Kota Magelang, Damkar, Satpol PP, Satlinmas, Jadi Garis Terdepan
Sigit pun berupaya mewujudkan cita-citanya, untuk menjadi Kota Magelang sebagai 'Singapura'-nya Jawa Tengah.
Ke depan, dirinya akan melakukan berbagai pengembangan untuk mewujudkan cita-cita tersebut.
"Kami juga berupaya merealisasikan tagline 'Magelang Moncer Serius' dengan menghadirkan ratusan kegiatan masyarakat dan diskon besar-besaran. Magelang juga memiliki kawasan Pecinan Jalan Pemuda sepanjang 1 kilometer yang ke depan akan menjadi 'Mall Out Door' nantinya," ujarnya.
Ketua Prodi Pembangunan Wilayah dan Kota Undip Dr Iwan Rudiarto mengatakan, tujuannya adalah untuk mengantarkan mahasiswa untuk survei kebutuhan studio.
Terdapat tiga jenis studio, yakni studio penataan ruang, studio wilayah dan studio manajemen pembangunan kota.
Pihaknya pun berharap dari Bappeda Kota Magelang dan Kabupaten Magelang bisa membantu akses mahasiswa dalam mengumpulkan data, selama seminggu ke depan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/universitas-diponegoro-belajar-pembangunan-wilayah-dan-kota-di-kota-magelang.jpg)