Kota Yogya

Hujan Terus Menerus, Warga Bantaran Kali Code Siaga

Hujan dengan intensitas cukup tinggi membuat warga Tegalpanggung, Danurejan, Kota Yogya terus meningkatkan kewaspadaannya.

Hujan Terus Menerus, Warga Bantaran Kali Code Siaga
IST
Ilustrasi Air hujan 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Hujan dengan intensitas cukup tinggi mengguyur wilayah Yogyakarta beberapa hari terakhir.

Hal ini tak menutup kemungkinan akan meningkatkan debit air sungai yang membelah Kota Yogya yakni Kali Code.

Menyikapi hal tersebut, satu dari beberapa daerah bantaran kali yakni di daerah Tegalpanggung, Danurejan, Kota Yogya terus meningkatkan kewaspadaannya.

Ketua RW 13 Tegalpanggung, Ahmad Rafii mengatakan beberapa warga yang memang berada persis di daerah bantaran sudah bersiaga apabila sewaktu-waktu debit air meninggi.

"Kalau di wilayah kami persiapan debit air sungai code yang meningkat sudah selalu siaga, dikarenakan hal ini sering kita jumpai setiap tahun bila musim hujan tiba," katanya saat dihubungi Tribunjogja.com, Minggu (17/3/2019).

Pihaknya mengatakan, jika kondisi memang dirasa tak aman, warganya sudah terbiasa untuk mengamankan diri dengan mengungsi ke tetangga atau kerabat yang lebih aman.

"Selama Kali Code debitnya meningkat biasanya hanya separuh kampung kami yang kena itu juga cuma di wilayah RT 55 RW 13, dari kecil kami yang tinggal di dekat Code biasanya sudah hafal dan terbiasa untuk mengungsi atau tidak," katanya.

Baca: Kirab Wiwitan di Dusun Kedon Bantul Digelar di Bawah Guyuran Hujan

Selain kebiasaan sejak lama, kesiapan warga menghadapi ancaman adanya debit air juga sudah dilakukan.

Pasalnya wilayahnya juga sudah dibentuk sebagai Kampung Tanggap Bencana.

"Kami sudah dibentuk kampung tanggap bencana per rukun kampung, kami juga sudah beberapa kali mengadakan simulasi banjir," tambahnya.

Ahmad menjelaskan pihaknya juga akan terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait, dalam hal ini pemerintah serta BPBD Kota Yogya serta pihak lain untuk update informasi mengenai kondisi debit air Kali Code dan segala bentuk potensi lainnya.

Baca: Warga, Relawan dan BPBD Bersihkan Puing-Puing Bangunan Talut Sungai Code

Beberapa stakeholder tersebut akan menginformasikan segala bentuk potensi atau ancaman yang dapat sewaktu-waktu terjadi jika hujan terus menerus dan mempengaruhi debit air.

"Instansi yang terkait dengan ini biasanya turun kalau sudah ada warning debit air code meningkat, itu sifatnya kondisional," jelasnya.

Kendati demikian, Ahmad Rafii menjelaskan, hingga saat ini peningkatan debit air belum begitu membahayakan namun kewaspadaan masih tetap ia utamakan guna menghadapi potensi bahaya yang sewaktu-waktu dapat mengancam.

"Iya (saat ini) debit air meningkat bila terjadi hujan, tapi surut beberapa saat sebab itu hanya air hujan, justru yang kami pikirkan apabila puncak Merapi hujan karena biasanya akan membawa material dan pohon-pohon yang tumbang terbawa sampai bawah ke arah Kota Yogyakarta, itu yang patut diwaspadai," pungkasnya. (*)

Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved