Gwalia, Kisah Kota yang Ditinggalkan Para Penduduknya dalam Semalam

Gwalia adalah sebuah kota tambang emas yang sangat ramai di tahuan 1960-an terletak sekitar 800 kilometer di sebelah timur Kota Perth

Editor: Mona Kriesdinar
Swiss Nomad
Salah satu sudut kota Gwalia yang ditinggalkan penduduknya 

TRIBUNJOGJA.com - Kota ini awalnya merupakan sebuah kawasan yang ramai. Penuh dengan aktivitas perniagaan hingga pertambangan. Ini merupakan kota yang sungguh ramai. Namun, kota itu kemudian ditinggal oleh penduduknya, hanya dalam waktu semalam.

Apa penyebabnya?

Adapun Gwalia adalah sebuah kota tambang emas yang sangat ramai di tahuan 1960-an terletak sekitar 800 kilometer di sebelah timur Kota Perth. Namun masyarakatnya menghilang dalam semalam ketika tambang emas Sons of Gwalia ditutup. Rumah dan bangunan di kota itu ditinggalkan begitu saja.

Ratusan pekerja tambang dan keluarganya mendadak pergi meninggalkan kota di suatu sore pada Desember 1963.

Kini, menjelang akhir November 2018, para turis bisa mengunjungi Gwalia dan mendapati kondisi kehidupan yang pernah ada di sana, sama persis ketika kota itu masih dihuni.

Hanya Dihuni Hewan Liar, Zona Nuklir Chernobyl Belum Dapat Dihuni 24.000 Tahun ke Depan

Kepergian penduduk terjadi bersamaan. Mereka hanya membawa apa yang sempat mereka bawa, meninggalkan barang lainnya di Gwalia untuk selamanya. Keesokan harinya, kota itu pun nyaris kosong.

Rumah-rumah pekerja tambang yang berjejer di tepi jalan dibiarkan melapuk begitu saja selama lima dekade.

Inilah Foto-foto Tragis Kota Hantu Fukushima

Seorang warga bernama Terry Demasson, yang saat kejadian sedang magang di sana, mengingat betul apa yang terjadi.

"Keesokan harinya ketika kami masuk bekerja, tidak ada seorang pun di Gwalia," ujarnya ketika ditemui ABC.

"Mereka semua pergi. Naik kereta api dan pergi begitu saja," kata Terry.

Pada suatu sore pada Desember yang panas di tahun 1963, peluit terakhir dibunyikan di pertambangan Sons of Gwalia. Pemiliknya mengumumkan penutupan tambang itu selamanya.

Misteri Ledakan Super Dahsyat di Siberia Seabad Silam, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Maka, penduduknya pun meninggalkan rumah mereka dalam kondisi seperti yang masih bisa dilihat saat ini. Meja-meja dengan peralatan makan di atasnya, kandang ayam pun masih seperti saat ditinggalkan.

"Mereka hanya mengambil apa yang bisa mereka bawa. Sudah tak ada uang di sini sehingga mereka harus ke Kalgoorlie untuk mendapatkan pekerjaan baru," kata Terry.

Penduduk Gwalia terdiri atas pekerja tambang dan keluarga mereka. Ada yang datang dari Italia dan Yugoslavia. Seorang warga pribumi Aubrey Lynch pernah bekerja di tambang emas sampai ditutup.
"Hubungan kami sangat baik," kata Lynch.

Para pekerja migran menanam sayuran di halaman rumah mereka dan membaginya mereka dengan warga pribumi.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved