Yogyakarta
GOJO DIY Dorong Bawaslu Berani OTT Caleg 'Bitingan'
Budaya transaksional ini kerap kali membuat rakyat kehilangan suara untuk memilih pemimpin terbaik.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Menjelang pesta demokrasi, pemilihan umum yang tinggal menghitung hari, muncul rumor banyak calon wakil rakyat yang menawarkan uang untuk setiap suara yang diperoleh, atau dikenal dengan istilah 'Bitingan'.
Budaya transaksional ini kerap kali membuat rakyat kehilangan suara untuk memilih pemimpin terbaik.
Koordinator Golkar Jokowi (GOJO) DIY Gandung Pardiman yang juga merupakan caleg DPR RI dapil DIY nomor urut 1 dari partai Golkar mengatakan, caleg bitingan ini jumlahnya banyak.
Bahkan dia mengungkapkannya dengan istilah ngeri-ngeri.
Baca: Caleg di Dapil 3 Serukan Deklarasi Pemilu Damai
"(Caleg Bitingan) Banyak. Kami mau menyebutkan nama tidak berani. Karena tidak ada OTT. Ngeri-ngeri itu," kata Gandung ditemui seusai kegiatan sosialisasi pemilu 2019, di GPC Karang Tengah, Imogiri, Bantul, Sabtu (16/3/2019).
Munculnya bitingan atau politik transaksional dimasyarakat, menurut dia, tidak bisa dilepaskan karena adanya sebab dan akibat.
Salah satunya bisa karena permintaan dari rakyat yang hanya mau mengambil untung dari caleg melalui Bitingan.
"Kita suluh [rakyat sebagai bagian] dari pemberdayaan masyarakat. Tapi malah minta bitingan. Rakyat perlu kita sadarkan. Jangan sampai rakyat merusak dirinya sendiri. Ngeri," terang dia.
OTT Caleg Bitingan
Maraknya bitingan menjelang pemilu, Gandung mendorong kepada Bawaslu untuk bersikap tegas.
Berani menggelar OTT kepada calon wakil rakyat yang melakukan bitingan.
OTT yang dimaksud Gandung bisa saja berarti operasi tangkap tangan (OTT).
Baca: Website Resmi Caleg dan Capres Bisa Minimalisir Berita Hoax
Politikus partai Golkar ini bahkan mengaku akan memberikan apresiasi kepada Bawaslu ketika berani menjerat caleg yang suka main politik uang.
"Saya mendorong bisa OTT. Kalau OTT akan saya berikan apresiasi luar biasa. Ini penting untuk memberi efek jera kepada para pemain money politics," tuturnya.
"Baik broker, pemilh maupun caleg itu sendiri. Harus kita berantas bersama-sama. Saya paling tidak senang ada bitingan," imbuh dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/koordinator-golkar-jokowi-gojo-diy-gandung-pardiman-dorong-bawaslu.jpg)