Travel

Musim Hujan, Berkah Bagi Wisata Mata Air Klampok

Musim penghujan ternyata membawa berkah tersendiri bagi warga di Kawasan wisata sumber mata air Klampok.

Musim Hujan, Berkah Bagi Wisata Mata Air Klampok
Tribun Jogja/ Ahmad Syarifudin
Wisatawan asyik bermain air di wisata mata air Klampok di Dusun Soka, Desa Seloharjo, Kecamatan Pundong, Bantul. 

TRIBUNJOGJA.COM - Musim penghujan ternyata membawa berkah tersendiri bagi warga di Kawasan wisata sumber mata air Klampok, di Dusun Soka, Desa Seloharjo, Kecamatan Pundong, Bantul.

Pasalnya, musim penghujan membuat mata air dari celah perbukitan kembali mengalir. Menghidupkan kembali aktivitas wisata di tempat itu.

Penggerak wisata mata air Klampok, Wartijo mengatakan semenjak musim penghujan datang wisata mata air Klampok yang sebelumnya sepi, karena mata air mengering, kini telah kembali ramai didatangi pengunjung.

Baca: Menikmati Manis Gurihnya Ongol-ongol di Pasar Bantul

Banyak wisatawan berdatangan untuk sekadar mandi ataupun bermain air. Hadirnya pengunjung tentu saja mampu menambah geliat ekonomi di seputar kawasan wisata.

"Sekarang ini masih terus turun hujan, ramai pengunjung. Airnya penuh. Kalau musim kemarau sepi. Karena airnya mengering," kata Warjito, Jumat (8/3/2019).

Wisatawan asyik bermain air di wisata mata air Klampok di Dusun Soka, Desa Seloharjo, Kecamatan Pundong, Bantul.
Wisatawan asyik bermain air di wisata mata air Klampok di Dusun Soka, Desa Seloharjo, Kecamatan Pundong, Bantul. (TribunnJogja/ Ahmad Syarifudin)

Air yang bersumber dari celah batu perbukitan itu mengalir deras mengisi kolam-kolam pemandian yang sengaja dibuat untuk tujuan wisata. Seiring dengan datangnya air, wisata di tempat itu pun kembali hidup.

Pada hari-hari biasa, tempat yang menawarkan panorama alam dan nuansa sejuk itu ramai oleh pengunjung. Terlebih ketika datang akhir pekan ataupun hari libur.

"Yang datang bisa sampai ratusan orang," ungkapnya.

Datang ke mata air Klampok, wisatawan juga bisa menikmati air terjun. Selain itu juga bisa menikmati kesegaran bermain air di kolam yang berasal dari sumber mata air murni perbukitan.

Baca: Rekomendasi 5 Sop Ayam Jogja Enak di Yogyakarta

Selain geliat pariwisata, datangnya pengunjung juga membawa berkah bagi para pedagang minuman dan makanan.

Salah seorang pedagang Wartilah mengatakan warungnya mulai ramai seiring dengan ramainya jumlah wisatawan yang datang. Terlebih ketika akhir pekan.

"Seneng kalau pengunjung ramai pada datang. Makanan dan minuman laku," tuturnya.

Namun sayangnya, wisata mata air Klampok ini hanya mampu bertahan lebih kurang selama tujuh bulan. Hanya selama musim penghujan. Ketika musim kemarau datang, mata air perlahan mulai surut dan mengering.(tribunjogja)

Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved