Kuliner

Menikmati Manis Gurihnya Ongol-ongol di Pasar Bantul

Kudapan berwarna coklat yang disajikan dengan daun pisang dan parutan kelapa itu terbuat dari tepung sagu, gula merah dan sedikit tambahan garam.

Menikmati Manis Gurihnya Ongol-ongol di Pasar Bantul
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Ongol-ongol disajikan dengan dibungkus daun pisang dan taburan kelapa. 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Bila berkunjung ke Pasar tradisional Bantul tidak ada salahnya untuk mampir ke lapak Bu Martiah.

Lapak ini berada di dalam pasar, tepatnya seberang pos pengamanan.

Selain dawet dengan cita rasa manisnya, Bu Martiah juga menjual makanan khas bernama ongol-ongol.

Kata dia, kudapan berwarna coklat yang disajikan dengan daun pisang dan parutan kelapa itu terbuat dari tepung sagu, gula merah dan sedikit tambahan garam.

"Rasanya enak. Manis, gurih dan kenyal," kata Bu Martiah, menjelaskan.

Baca: 5 Kuliner Khas Indonesia yang Dianggap Aneh dan Menjijikan bagi Wisatawan Asing

Tribunjogja.com memesan satu porsi ongol-ongol dan dawet hijau sebagai pelepas dahaga.

Ongol-ongol disajikan dengan dipincuk [dibungkus] menggunakan daun pisang.

Tak ketinggalan diatasnya ada taburan kelapa. Cara memakannya dengan memakai biting [tusuk] bambu.

Benar kata Bu Martiah. Rasanya enak, teksturnya kenyal, tidak terlalu manis dan sedikit ada rasa gurih.

Baca: Pemkab Bantul Bebaskan Retribusi PKL di Pusat Kuliner Taman Angkruksari Selama Setahun

Ia mengaku sudah membuat dan berjualan ongol-ongol bersama saudaranya Martiyem, sejak lama.

Lebih dari dua puluh tahun silam.

"Resep ongol-ongol dari warisan keluarga. Saya generasi ketiga," tutur dia.

Soal harga masih sangat murah.

Satu gelas dawet hijau Bu Martiah menjual dengan harga Rp 2.500.

Satu porsi ongol-ongol Rp 2.500.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved