Otomotif
Modal 3 Juta, RX King Oprekan Bengkel BKJ Sudah Bisa Terbang
Bagi pecinta RX King mungkin tak asing dengan bengkel oprek yang ada di Bantul ini. Bursa Karbu Jogja atau disingkat BKJ.
Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM - Bagi pecinta RX King mungkin tak asing dengan bengkel oprek yang ada di Bantul ini. Bursa Karbu Jogja atau disingkat BKJ.
Usai pemilik yakni Erik Tanjung rutin mengunggah hasil-hasil garapannya via YouTube setahun lalu. Bengkel ini mendapat antusias yang luar biasa.
Dalam videonya, Erik menampilkan hasil oprekannya yang berubah berperforma tinggi berkat tangan-tangan rekannya di bengkel BKJ.
Dalam sebagian besar video Erik itu, Yamaha RX King garapan bengkel BKJ seolah sangat enteng dan lincah ketika gas pol di jalanan. Bahkan motor itu bisa standing atau dengan mudah diangkat roda depannya berkali-kali hingga diibaratkan RX King 'terbang'.
Lalu apa yang sebenarnya dilakukan Bursa Karbu Jogja sehingga bisa melahirkan RX King terbang semacam itu?
Baca: Kawasaki W 175 Cafe, Lebih Sporty dan Kental Image Retro
"Kami di sini sebenarnya hanya mengubah barang pabrik yang semula standar menjadi racing," ujar Erik saat berbincang dengan TribunJogja.com lewat sambungan telepon, Selasa (5/3/2019) malam.
Namun garapan bengkel yang berada di Kepanjen RT 01, Jambidan Banguntapan Bantul ini tak asal-asalan.
Secara profesional, ia bersama rekannya yang juga kepala mekanik BKJ, Robert, melakukan riset hingga akhirnya mendapatkan sebuah hasil maksimal dari oprekan jeroan RX King yang digarapnya.
Lulusan Fakultas Hukum Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga itu menuturkan secara garis besar oprekan yang digarap bengkel Bursa Karbu Jogja berfokus pada mesin lalu kaki-kaki Yamaha RX King kemudian bodi.
"Yang pertama jelas daleman (mesin) motor dibelah dulu, semua laker, bearing, kruk as diperbaharui semua agar motor anteng," katanya.
Setelah itu, oprek akan disesuaikan kebutuhan pelanggannya. Erik menuturkan ada tiga macam korekan yang bisa dipilih pelanggan. Pertama korekan untuk kebutuhan harian, kedua touring atau semi dan ketiga balap atau full race.
"Yang membedakan ketiga jenis korekan itu lebih pada portingan mesinnya,” ujarnya.
Porting sendiri merupakan sejenis pekerjaan membentuk kembali efisiensi volumetrik dan kecepatan udara yang melewati area lubang intake dan exhaust pada blok mesin sehingga volume udara dan bahan bakar yang masuk menjadi bertambah besar dan lebih lancar.
Erik menuturkan, untuk jenis korekan kebutuhan pemakaian harian, korek mesin biasanya tidak dilakukan terlalu besar.
Portingan blok maksimal untuk korekan harian biasanya hanya naik satu sampai dua milimeter dari bawaan pabrik. Karburator yang dikenakan juga masih standar, namun lidah membrannya diganti.
Sedangkan untuk korekan kebutuhan touring atau semi, portingannya sekitar dua sampai tiga millimeter lalu ada penggantian di bagian rasio blok, diikuti penggantian magnet racing serta membran. Knalpot untuk kebutuhan touring juga diganti.
Baca: Bengkel RX King Asal Bantul Ini Layani Konsumen Bahkan Jual Suku Cadang hingga Filipina dan Thailand
"Untuk touring, motornya enggak bakal ketinggalan lari jika korekannya sudah diubah sesuai itu," ujarnya.
Sedangkan untuk korekan balap atau portingan full, biasanya dilakukan penambahan volume hampir di semua lubang.
Mulai dari lubang knalpot, lubang bilas, serta jendela-jendela di blok mesin digeser semua menjadi lebih besar lagi ukuranya.
"Namun untuk korek full buat harian, touring, dan road race beda-beda cara portingannya," ujarnya.
Jika untuk dragrace maka mesin akan terasa berat di awal tarikan namun punya nafas atau selang tarikan panjang sesudahnya.
Sedangkan untuk portingan full harian, tarikannya pendek-pendek namun nafasnya panjang. Sedangkan untuk road race dibuat yang penting awalannya responsive, cepat dan tarikan pendek untuk mengejar waktu.
Adapun untuk biaya tiga jenis korekan, Erik mengatakan menyesuaikan spare part yang dipilih. Untuk korek standar harian, harga portingan blok dan dan lidah membran kisaran Rp 3-4,5 juta.
Untuk kebutuhan touring item porting dan membrane sekitar Rp 5-7 juta. Sedangkan untuk kebutuhan full atau road race biayanya standar sekitar Rp 9 juta.
Namun jika korek itu memakai komponen racing seluruhnya biayanya bisa sekitar Rp 10-20 juta.
"Biasanya pelanggan memang minta korek full (spek racing) ini agar bisa buat jathilan di jalan," ujarnya.
Jathilan yang dimaksud Erik tentu bukan merujuk atarksi seperti main kuda lumping. Melainkan memainkan motor layaknya kesenian jathilan yang lincah bergerak, tarikan enteng dan tentu bisa standing berkali-kali saat digeber.(tribunjogja)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/modal-3-juta-rx-king-oprekan-bengkel-bkj-sudah-bisa-terbang.jpg)