Merapi Berpotensi Luncurkan Lahar Dingin, BPPTKG Yogyakarta Imbau Masyarakat Tetap Waspada

Hal ini menyusul aktivitas Gunung Merapi yang sejak Sabtu (2/3/2019) pagi telah mengeluarkan awan panas guguran

Merapi Berpotensi Luncurkan Lahar Dingin, BPPTKG Yogyakarta Imbau Masyarakat Tetap Waspada
Twitter @sukiman
Pagi ini, Sabtu (2/3/2019), gunung tersebut dilaporkan mengeluarkan guguran awan panas hingga tujuh kali 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kepala BPPTKG Yogyakarta, Hanik Humaida, mengimbau masyarakat, khususnya yang beraktivitas di sekitar aliran Kali Gendol untuk meningkatkan kewaspadaan.

Hal ini menyusul aktivitas Gunung Merapi yang sejak Sabtu (2/3/2019) pagi telah mengeluarkan awan panas guguran sebanyak 7 kali.

Dalam guguran awan panas atau wedus gembel tadi tercatat paling jauh meluncur hingga jarak dua kilometer.

Baca: Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas, BPPTKG Sebut Suplai Magma di Merapi Masih Terbilang Kecil

Baca: Pagi Ini, Gunung Merapi Luncurkan Tujuh Kali Guguran Awan Panas

Menyusul aktivitas tersebut, Hanik menjelaskan, lahar dingin berpotensi terjadi jika cuaca di puncak Merapi mengalami hujan.

"Potensi lahar dingin tetap ada kalau cuaca hujan cukup deras bahkan deras sekali mungkin bisa terjadi, ya kita himbau supaya tetap waspada," kata Hanik saat dijumpai wartawan di kantornya, Sabtu (2/3/2019).

Kendati demikian pihaknya belum mengeluarkan larangan terkait aktivitas masyarakat di sekitaran aliran kali gendol.

"Selama tidak masuk ke radius tiga kilometer itu belum ada larangan aktivitas tapi harus selalu waspada karena potensi (lahar dingin) tetap ada," bebernya.

Gambar Aktivitas Gunung Merapi 27 Februari 2019
Gambar Aktivitas Gunung Merapi 27 Februari 2019 (BPPTKG)

Dari catatan yang dirilis oleh BPPTKG Yogyakarta, sejak Sabtu (2/3/2019) pagi tercatat Gunung Merapi telah mengeluarkan tujuh kali guguran awan panas dengan rentan waktu yang cukup dekat.

Lima kali awan panas guguran tercatat terjadi pada pukul 4:51, 4:54, 5:03, 5:07, dan 5:10 WIB dengan jarak luncur maksimum 2 km.

Sedangkan awanpanas guguran juga terjadi kembali pada pukul 5:33 dan 5:40 WIB dengan jarak luncur 800 dan 900 m.

Kondisi Puncak Gunung Merapi Senin (18/2/2019) pukul 08.48 WIB. Hasil Pengamatan periode 06.00-12.00 WIB, terekam 18 kali gempa guguran dengan durasi 21-71 detik.
Kondisi Puncak Gunung Merapi Senin (18/2/2019) pukul 08.48 WIB. Hasil Pengamatan periode 06.00-12.00 WIB, terekam 18 kali gempa guguran dengan durasi 21-71 detik. (Badan Geologi via BPPTKG Yogyakarta)

Aktivitas awan panas guguran dan guguran lava tersebut menurut BPPTKG berpotensi menimbulkan hujan abu

BPPTKG juga mengimbau warga Merapi untuk tetap tenang dan melakukan aktivitas seperti biasa, serta selalu mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik.

Hingga saat ini, BPPTKG masih mempertahankan status gunung Merapi pada level II atau Waspada dan melarang segala bentuk aktivitas termasuk pendakian pada radius 3 kilometer kecuali untuk kepentingan mitigasi. (*)

Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved