Sains

Asteroid Antarbintang Ini Sempat Dikira Kapal Alien. Ini Penjelasan Para Ilmuwan

Salah satu yang mendapat perhatian adalah pendapat beberapa astronom yang menyebut Oumuamua adalah kapal alien.

Editor: Ari Nugroho
via Kompas.com
Oumuamua adalah asteroid antarbintang pertama yang mengunjungi Tata Surya. Benda unik ini ditemukan pada 18 Oktober 2017 oleh teleskop Pan-STARRS 1 di Hawai. Observasi selanjutnya dari Teleskop Very Large ESO di Cile dan observatorium lainnya di seluruh dunia menunjukkan bahwa dia melakukan perjalanan melalui ruang angkasa selama jutaan tahun sebelum bertemu dengan Tata Suya kita. Oumuamua merupakan benda metalik atau berbatu merah tua yang panjangnya mencapai 400 meter, dan tidak seperti apa yang biasanya ditemukan di Tata Surya. 

Partikel debu yang dikumpulkan di stratosfer Bumi dapat memiliki bentuk fraktal yang mengembang seperti ini, kata Moro-Martín.

Pendapat ini dipublikasikan dalam Astrophysical Journal Letters pada 22 Februari lalu.

Jika Oumuamua adalah fraktal es yang halus, maka benda asing ini sangat rapuh.

Ini menimbulkan pertanyaan, apakah Oumuamua bisa bertahan dalam perjalanan antar-galaksi jika ia adalah fraktal es halus?

"Gagasan bahwa Oumuamua adalah fraktal es halus, didorong oleh tekanan radiasi dari sinar matahari adalah skenario yang menarik," ujar Loeb.

"Tapi tantangan besar yang dihadapinyam termasuk bagaimana benda rapuh seperti itu akan bertahan," sambungnya.

Baca: Badan Antariksa Jepang Berhasil Menangkap Gambar Permukaan Asteroid dalam Jarak Dekat

2. Kerangka Komet

Pendapat bahwa Oumuamua seharusnya adalah struktur yang halus untuk bisa melesat dengan kecepatan aneh juga diamini oleh ilmuwan planet Zdenek Sekanina dari Jet Propulsion Laboratory NASA di Pasadena.

Meski begitu, dia tidak setuju tentang pendapat bahwa asteroid itu adalah fraktal es halus.

Sebagai gantinya, dia menyebut bahwa Oumuamua adalah komet kering yang kehilangan sebagian besar air dan gasnya.

Pendapat ini diterbitkan pada 30 Januari lalu di ArXiv.org.

"Ini seperti kerangka tubuh asli, dengan semua es keluar," ujar Sekanina.

Komet yang terbang mendekat ke matahari sering kali tidak bertahan.

Oumuamua sendiri berjalan mendekat ke matahari yang membuatnya menghadapi situasi lebih keras.

Seperti Loeb dan Moro-Martin, Sekanina berpikir tekanan radiasi matahari adalah penjelasan terbaik untuk bagaimana Oumuamua berjalan dengan cepat.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved