Sains
Mengapa Kebanyakan Denim Berwarna Biru?
Tak banyak orang tahu bagaimana awal mula celana jins tercipta dan mengapa warnanya identik dengan biru.
TRIBUNJOGJA.COM - Meski saat ini model dan warna celana denim sudah beragam, namun setiap orang sepertinya memiliki satu jins berwarna biru.
Warna dasar ini membuatnya mudah dipadu padan dan tak lekang oleh zaman.
Tak banyak orang tahu bagaimana awal mula celana jins tercipta dan mengapa warnanya identik dengan biru.
Baca: Aborsi Ditolak, Gadis 11 Tahun Korban Perkosaan Jalani Operasi Caesar
Levis Straus adalah orang yang terkenal sebagai pionir jins.
Namun dilansir dari Levi Strauss & Co, dia bukanlah penemu dari outfit populer ini.
Ia hanya orang yang mematenkan gaya dengan paku keling agar jins tak mudah robek.
Denim sudah menjadi bahan tradisional untuk pekerja.
Baca: Revers House, Produk Denim Lokal Yogyakarta yang Siap Bersaing
Jadi, dia hanya menambahkan sentuhan baru pada tren hari ini.
Bahkan, ia menggunakan desain yang sama untuk celana katun coklat yang disebut celana "duck", yang pada akhirnya tidak lagi populer menjadi awal mula terciptanya celana jins.
Celana "Duck" memiliki fitur kantung-kantung kecil yang juga diterapkan pada celana jins hingga saat ini.
Sementara itu, warna biru dipilih untuk denim karena sifat kimia pewarna biru.
Sebagian besar pewarna akan menembus kain dalam suhu panas, membuat warna tetap menempel.
Baca: Sarung is New Denim
Pewarna indigo alami yang digunakan pada jins hanya akan menempel di luar benang.
Saat denim yang diwarnai indigo dicuci, sebagian kecil warna akan turut menghilang bersama benang.
Akhirnya, celana akan menjadi semakin lembut dan terlihat usang, yang justru membuatnya digemari banyak orang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/ilustrasi-denim.jpg)