Bantul
Pengelola Wisata Jangan Sampai Berkonflik
Artinya, semua wilayah bertanggungjawab untuk mengelola atau menjaga kawasan wisata tersebut.
Penulis: Amalia Nurul F | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Banyak tempat wisata baru yang muncul di Bantul, beberapa berada di wilayah perbatasan desa maupun kabupaten.
Hal tersebut rawan memicu konflik dalam pengelolaannya.
Kepala Bidang Pengembangan Kapasitas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Bantul, Antoni Hutagaol menegaskan bahwa dalam pengelolaan kawasan wisata tidak memandang batas wilayah.
Artinya, semua wilayah bertanggungjawab untuk mengelola atau menjaga kawasan wisata tersebut.
"Pariwisata itu tidak dibatasi oleh ruang. Misal di sana itu kok kotor, itu kan di desa sana, padahal dalam pariwisata tidak boleh itu punya ini punya desa sana, ini punya desa sana," kata Antoni, Rabu (20/2/2019).
Baca: Sambut NYIA, Disnakertrans Bantul Siapkan Tenaga Terampil
Seperti yang terjadi di Bendung Kamijoro, Pajangan, di mana ada tiga wilayah yang bersinggungan dengan tempat wisata yang tengah viral tersebut.
"Sekarang baru kita rembuk, mereka ikhlas dipakai nama Kamijoro. Itu agar sama-sama bisa menikmati," paparnya.
Sebelumnya, Camat Pajangan Sambudi pun memaparkan, Bendung Kamijoro ini memiliki keunikan dari sisi letak dan namanya.
"Sejak zaman Hindia-Belanda, namanya memang Dam Kamijoro. Diambil dari nama Dusun Kamijoro yang kalau sekarang berada di kawasan Desa Sendangsari," katanya.
"Itu sudah menjadi ikon dari zaman dulu. Tapi, saat ini Bendung Kamijoro ini secara fungsi pengairan terletak di Dusun Plambongan yang berada di wilayah Desa Triwidadi, Pajangan," terangnya.
Ditambah pembangunan tersebut, lokasi taman terbuka Bendung Kamijoro berada di Dusun Kaliwiru, Tuksono, Sentolo, Kulonprogo.
Maka, pihaknya tak ingin gegabah soal pengelolaan kawasan tersebut sebagai destinasi wisata.
Baca: Desa Wisata di Bantul Dituntut Lakukan Inovasi, Agar Tak Turun Status
Juga untuk wisata Jurang Pulosari, di mana wilayahnya juga terletak di perbatasan Desa Sendangsari dan Desa Triwidadi. Hal tersebut sempat dipaparkan oleh Kepala Desa Sendangsari, Muhammad Irwan Susanto.
"Kendalanya karena ada di perbatasan dua wilayah. Bahkan ada spot yang memang termasuk di wilayah Triwidadi," kata Irwan, akhir pekan lalu.
Hal tersebut kata Irwan memerlukan komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah Desa Triwidadi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-bantul_20180731_185700.jpg)