Yogyakarta
NYIA Dibangun di Kawasan Rawan Tsunami dan Gempa, Komisi VIII Kaget
Chorirul Muna mengatakan, persoalan rawan bencana dan tsunami ini perlu dikaji baik side plan dan juga mitigasinya.
Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA- Anggota komisi VIII DPR DIY, Choirul Muna menyebut lahan yang digunakan untuk bandara baru New Yogyakarta International Airport (NYIA) rawan tsunami dan juga gempa.
Untuk itu, pihaknya pun mengingatkan untuk mitigasi bencana agar lebih diperhatikan.
Hal itu disampaikan politisi Nasional Demokrat (Nasdem) dapil Magelang tersebut saat kunjungan Komisi VIII ke Pemerintah Provinsi DIY, Kamis (14/2/2019).
Baca: Polresta Solo Resmi Berlakukan Tilang Elektronik, 66 CCTV Sudah Terpasang
Chorirul Muna mengatakan, persoalan rawan bencana dan tsunami ini perlu dikaji baik side plan dan juga mitigasinya.
“Saya kaget ketika pembangunan bandara baru NYIA di lokasi tersebut. Itu berada di kawasan rawan tsunami dan bukan hanya gempa. Bahkan, BNPB sudah merilis sejarah mengenai hal itu,” urainya di Gedung Pracimosono.
Baca: Palette: Tips Memakai Maskara untuk Pemula
Dia menjelaskan, persoalan lahan bandara yang rawan pada gempa dan tsunami ini pun perlu mendapatkan perhatian.
Hal ini agar pemangku kebijakan bisa menyiapkan mitigasi bencana dan juga penanggulangan ancaman bencana.
“Sangat rawan bencana dan ada siklus berapa tahun ada tsunami. Untuk itu kami meminta benar-benar serius diperhatikan hal ini,” ujarnya.
Pihaknya pun akan memikirkan rekomendasi untuk BNPB agar bisa memberikan info sebaik-baiknya dan detail bagi BPBD DIY.
Pemprov, kata dia, juga harus lebih menaruh perhatian untuk memberikan mitigasi itu.
Baca: PDAM Pastikan Air Bersih Mengalir ke NYIA Kulon Progo di Awal Maret
Muna juga sempat menyebutkan kasus tsunami dan gempa di Palu yang juga merusak kawasan bandara setempat.
Dia mengatakan, bangunan yang miring dan tidak menghadap ke pantai justru tidak mengalami kerusakan parah.
“Inilah yang perlu untuk diantisipasi,” urainya.
Dalam kesempatan tersebut, Muna juga sempat menanyakan tentang status tanah Paku Alaman Ground (PAG) di bandara tersebut.
Bahkan, meminta Wakil Gubernur DIY, Paduka Paku Alam X untuk menanggapi mengenai informasi kebencanaan di kawasan tersebut.
“Saya ingin tahu apakah benar ada patahan dan zaman kapan ada tsunami?,” ujar Muna kepada Paduka Paku Alam X dalam forum tersebut. (TRIBUNJOGJA.COM)