Siswa SMP Tantang Gurunya
Dijemput Gurunya, Siswa di Gresik yang Tantang dan Hina Gurunya Tak Masuk Sekolah, Ini Alasannya
Dijemput Gurunya, Siswa di Gresik yang Tantang dan Hina Gurunya Tak Masuk Sekolah, Ini Alasannya
Sambil terus menundukkan kepala, AA mendengarkan permintaan maaf ayahnya kepada Nur Khalim.
Sang guru menyatakan ingin segera menyelesaikan persoalan tersebut.
AA mengakui melakukan perbuatan tidak terpuji saat jam pelajaran. Seusai membaca surat permintaan maaf, AA langsung berdiri dan memeluk gurunya itu.
Tak henti hentinya AA mencium tangan Nur Khalim. Air matanya jatuh di pelukan sang guru. Tak sampai di situ saja, AA langsung mencium kaki gurunya.
Sambil berkaca kaca, Nur Khalim memaafkan perbuatan muridnya itu. Kedua orangtua AA juga ikut mencium tangan Nur Khalim.
“Yang bersangkutan (Nur Khalim) sudah memaafkan, namun siswa harus membuat permohonan maaf melalui video agar tidak terjadi hal-hal tidak diinginkan,” ujar Kapolsek AKP Supiyan. Ditambahkan, persoalan tersebut telah diselesaikan secara damai sehingga tidak perlu dilakukan proses hukum.
“Tidak perlu lagi dilakukan proses hukum, apalagi AA masih kelas IX SMP dan akan mengikuti ujian nasional,” kata Kapolsek.
Petugas Dinas Pendidikan Gresik yang datang saat akhir mediasi mengaku terpukul melihat kejadian ini.
Pihaknya diperintahkan langsung oleh Bupati Gresik untuk segera menyelesaikan masalah ini.
“Diharapkan ini kejadian pertama dan terakhir,” tutupnya.
Sanksi Tegas
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Gresik Mahin menyesalkan perbuatan murid yang tidak sopan kepada gurunya tersebut.
“Saya sendiri baru tahu kejadian itu, setelah sempat ramai jadi perbincangan di medsos barusan, pagi ini. Ini saya cek, karena di Wringinanom sendiri itu ada SMP, ada juga SMK PGRI,” terang Mahin.
Mahin juga turut menyesalkan respon guru yang menurutnya tidak tegas tersebut. “Hanya yang saya sayangkan dan juga saya sesalkan, pertama kenapa siswa itu sampai merokok di dalam kelas.
“Kedua, kenapa juga pak guru kok terlihat kurang tegas dan tidak berwibawa di hadapan murid seperti itu,” ujar Mahin.