Siswa SMP Tantang Gurunya
Dijemput Gurunya, Siswa di Gresik yang Tantang dan Hina Gurunya Tak Masuk Sekolah, Ini Alasannya
Dijemput Gurunya, Siswa di Gresik yang Tantang dan Hina Gurunya Tak Masuk Sekolah, Ini Alasannya
Pihaknya juga tidak memberikan sanksi apapun kepada AA karena dia kelas IX SMP dan mau melaksanakan UNAS.
Baca: Dosen Teknik UGM Jadi Penelis dalam Debat kedua Calon Presiden 2019
Siswa SMP Lecehkan Guru Honorer
Sebelumnya, sejumlah video viral beredar di grup-grup WhatsApp (WA) dan media sosial (medsos) dalam beberapa hari ini.
Paling menghebohkan adalah link video siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Gresik, Jawa Timur (Jatim) yang melecehkan seorang guru honerer.
Siswa itu menantang, mencengkeram kerah baju gurunya gara-gara diingatkan tidak boleh merokok di kelas.
Ya, sosok AA mendadak menjadi terkenal dan viral di dunia maya setelah beredar video yang menggambarkan dirinya menantang berkelahi sang guru di tengah berlangsungnya belajar mengajar di dalam kelas.
Saat itu, Sabtu (2/2/2019) lalu, AA mendapat teguran dari Nur Khalim karena merokok di dalam kelas.
Bukannya menurut, AA justru menantang gurunya dan memegang kerah baju pria yang masih berstatus honorer tersebut.
Tak pelak video tersebut langsung menjadi viral dan menarik perhatian banyak pihak.
Pasca beredarnya video tersebut, AA (15), pelajar kelas IX SMP PGRI Wringinanom, Gresik, Jawa Timur, pun menangis ketika menyampaikan permintaan maaf kepada gurunya, Nur Khalim (30).
“Saya sudah memaafkan dia sejak jauh jauh hari. Ia sudah saya anggap sebagai anak saya sendiri. Apalagi dia akan mengikuti ujian nasional,” ujar Nur Khlaim ketika ditemui di Polsek Wringinanom, Gresik, Minggu (10/2/2019).
Baca: Pagi Ini, Gunung Merapi Dilaporkan Luncurkan Awan Panas Sejauh 400 Meter
Nur Khalim dan AA dihadirkan di Polsek Wringinanom untuk acara mediasi dan perdamaian.
Di depan Kapolsek Wringinanom, AKP Supiyan, Nur Khalim duduk bersebelahan dengan AA (15).
Orangtua AA, Slamet Riyanto (47) dan Ny Anik, ikut mendapingi anaknya.
“Saya selaku orangtua memohon maaf atas sikap anak saya. Ke depan saya akan menjaga dan membimbing anak saya hingga pendidikannya usai,” ujar Slamet Riyanto.