Tanggal 25 November Diusulkan Jadi Hari Keris Nasional

Rapat kerja ini untuk merumuskan tahapan strategis sekaligus mengusulkan tanggal 25 November sebagai hari keris nasional.

Tanggal 25 November Diusulkan Jadi Hari Keris Nasional
Tribun Jogja/ Ahmad Syarifudin
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Senapati Nusantara, Hasto Kristiyanto, seusai rapat kerja agung di hotel Ros In Sewon Bantul, Sabtu (9/2/2019) malam. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ahmad Syarifudin

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Rapat Kerja Agung Serikat Nasional Pelestari Tosan Aji (Senapati) Nusantara 2019 digelar di Hotel Ros In, Sewon, Bantul, Sabtu (9/2/2019) malam.

Rapat kerja ini untuk merumuskan tahapan strategis sekaligus mengusulkan tanggal 25 November sebagai hari keris nasional.

"Hari keris nasional yang kami usulkan sesuai dengan pengakuan UNESCO atas Mahakarya keris itu. Tanggalnya 25 November," kata Sekjen Senapati Nusantara, Hasto Kristiyanto, ditemui seusai rapat agung, Sabtu (09/2/2019) malam.

Terkait hari keris nasional, menurut Hasto, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dirjen Kebudayaan, Menteri Pendidikan dan Menteri Sekretaris Negara.

"Kajian akademis juga sudah kami sampaikan," tutur dia.

Ia mengatakan Rapat Agung Senapati Nusantara merupakan bagian dari gerak kebudayaan yang mencintai kebudayaan Nusantara.

Termasuk di dalamnya terdapat tosan aji atau senjata pusaka tradisional.

"Tosan aji memiliki kandungan nilai, filosofis, dan seluruh mata rantai (yang bertujuan) untuk memuliakan khazanah kebudayaan Nusantara," ujar dia.

Dikatakan Hasto, Senapati Nusantara memiliki progres kemajuan yang cukup pesat.

Halaman
12
Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved