Aktivitas Merapi

Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran dan Lava Pijar, Perhatikan 6 Peringatan BPPTKG

BPPTKG Yogyakarta juga menyatakan bahwa awan panas guguran serta guguran lava tersebut berpotensi menimbulkan hujan abu di beberapa daerah.

Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran dan Lava Pijar, Perhatikan 6 Peringatan BPPTKG
twitter BPPTKG
Awan panas guguran teramati di Gunung Merapi pukul 18.28 WIB. 

TRIBUNJOGJA.COM - Gunung Merapi kembali menunjukkan status aktivitasnya dengan meluncurkan awan panas guguran dan lava pijar pada Kamis (7/2/2019) petang.

Menurut catatan seismik yang diunggah melalui akun Twitter resmi BPPTKG Yogyakarta, material berupa guguran awan panas disertai guguran lava terlihat meluncur dari puncak Gunung Merapi pada pukul 18.28 WIB.

Luncuran awan panas guguran dan lava terlihat menuju ke arah hulu Kali Gendol dengan jarak kurang lebih 2 KM dengan amplitudo 70 dan durasi selama 215 detik.

Dikutip Tribunjogja.com dari akun twitternya, BPPTKG Yogyakarta juga menyatakan bahwa awan panas guguran serta guguran lava tersebut berpotensi menimbulkan hujan abu di beberapa daerah.

Kendati demikian, BPPTKG belum menginformasikan menuju ke arah mana potensi hujan abu tersebut.

Namun pihaknya masih menghimbau warga untuk tetap tenang dan tak terprovokasi informasi yang tak resmi dan belum jelas sumbernya.

Hingga berita ini diturunkan BPPTKG mencatat bahwa aktvitas Gunung Merapi masih pada Level II (Waspada).

Sebelumnya telah dikeluarkan peringatan dalam menghadapi aktivitas Gunung Merapi oleh BPPTKG.

Baca: Kawasaki W175 Cafe Bakal Jadi Idola Baru Pecinta Motor Retro

BPPTKG juga mengeluarkan 6 rekomendasi bagi masyarakat terkait aktivitas Gunung Merapi sebagai berikut:

1.Kegiatan pendakian Gunung Merapi untuk sementara tidak direkomendasikan kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian berkaitan dengan upaya mitigasi bencana. 

2. Radius 3 km dari puncak Gunung Merapi agar dikosongkan dari aktivitas penduduk.

3. Masyarakat yang tinggal di KRB lll mohon meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas Gunung Merapi.  

4. Jika terjadi perubahan aktivitas G.Merapi  yang signifikan maka status aktivitas G. Merapi akan segera ditinjau kembali. 

5. Masyarakat agar tidak terpancing isu-isu mengenahi erupsi Gunung Merapi yang tidak jelas sumbernya dan tetap mengikuti arahan aparat pemerintah daerah/tanya langsung ke Pos Pengamatan Gunung Merapi terdekat melalui radio komunikasi pada frekuensi 165.075 MHz, website, media sosial BPPTKG

6. Pemerintah daerah direkomendasikan untuk mensosialisasikan kondisi Gunung Merapi saat ini. (*)

Penulis: Hanin Fitria
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved